J Resources Umumkan Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I Tahap IV Telah Berakhir

J Resources Umumkan Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I Tahap IV Telah Berakhir

Jakarta,TAMBANG, Perusahaan tambang emas PT J Resources Asia Pasifik,Tbk (PSAB) mengumumkan berakhirnya masa Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I Tahap V Tahun 2020 (“Obligasi”) pada tanggal 28 Juli 2020. Dalam keterbukaan informasi BEI disampaikan juga jumlah Pokok Obligasi adalah sebesar Rp650.000.000.000,- (enam ratus lima puluh miliar Rupiah) yang terdiri dari 2 seri yakni Seri A dan Seri B.

Untuk Seri A, jumlah Obligasi sebesar Rp335.000.000.000,- (tiga ratus tiga puluh lima miliar Rupiah) dengan Bunga Obligasi sebesar 9,25% per tahun, berjangka waktu 370 Hari Kalender sejak tanggal emisi.

Kemudian Seri B, jumlah Obligasi sebesar Rp315.000.000.000,- (tiga ratus lima belas miliar Rupiah) dengan Bunga Obligasi sebesar 10,25% per tahun.  Obligasi Seri B ini  berjangka waktu 3 tahun sejak Tanggal Emisi. Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat, ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah Pokok Obligasi.

Bunga Obligasi dibayarkan setiap 3 bulan yang dihitung berdasarkan jumlah hari yang lewat dengan perhitungan 1 tahun adalah 360 Hari Kalender dan 1 bulan adalah 30 Hari Kalender sejak tanggal emisi.

Pembayaran bunga pertama akan dilakukan pada tanggal 30 Oktober 2020 sedangkan pembayaran bunga terakhir sekaligus jatuh tempo dari masing-masing Obligasi adalah pada tanggal 10 Agustus 2021 untuk Obligasi Seri A dan tanggal 30 Juli 2023 untuk Obligasi Seri B. Pelunasan Obligasi dilakukan secara penuh (bullet payment) pada saat jatuh tempo.

Artikel Terkait

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda