IWIP Dorong Kemandirian dan Pengembangan Usaha Masyarakat Lokal

IWIP Masyarakat
Sumber: IWIP

Jakarta, TAMBANG – PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) tidak hanya berperan sebagai wadah hilirisasi pertambangan, tetapi juga aktif mendorong kemandirian dan pengembangan usaha masyarakat sekitar.

Hal ini dialami langsung oleh Johani (37). Tiga tahun lalu,  seorang ibu rumah tangga di Halmahera Tengah, Maluku Utara itu memulai usaha dengan membuka lapak sembako di dekat gerbang kawasan IWIP. Ia tak menyangka, usaha tersebut kini menjadi penopang kebutuhan keluarga sekaligus sumber biaya pendidikan bagi anak-anaknya.

“Alhamdulillah dengan kehadiran IWIP, kami bisa berdagang di sini. Kalau tidak ada, mungkin kami bingung mau berjualan di mana,” ungkap Johani dalam keterangannya, Senin (15/9).

Dengan modal awal, ia memulai dengan membeli barang dagangan sedikit demi sedikit. Seiring waktu, dagangan yang awalnya hanya berisi beberapa jenis sayur dan kebutuhan pokok kini semakin beragam, sementara pelanggannya pun semakin ramai, sebagian besar merupakan karyawan IWIP serta masyarakat sekitar yang berbelanja kebutuhan harian.

Kisah Johani mencerminkan bagaimana kehadiran IWIP membuka peluang usaha baru bagi masyarakat lokal. Sejak 2020, IWIP menyediakan area khusus bernama Lapak Gate 2, salah satu pintu gerbang perusahaan. Fasilitas ini diperuntukkan bagi para pedagang untuk mengembangkan usaha sekaligus memenuhi kebutuhan sehari-hari pekerja di kawasan industri maupun masyarakat sekitar.

Selain menggerakkan roda ekonomi lokal, geliat usaha ini juga memberikan kesempatan perempuan dalam perekonomian keluarga. Menurut Johani, kini semakin banyak ibu rumah tangga yang berani membuka usaha, khususnya di sini, di sekitar kawasan industri.

“Saya lihat ibu-ibu lebih giat jualan. Banyak keluarga terbantu dengan adanya area ini dan usaha yang dimulai,” katanya.

Bagi warga sekitar, IWIP bukan hanya menghadirkan lapangan pekerjaan di area kantor, tetapi juga membuka jalan bagi tumbuhnya wirausaha baru. Kehadiran lapak-lapak ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan industri bisa berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat.

Johani sendiri berharap dukungan perusahaan terhadap para pedagang terus berlanjut, salah satunya fasilitas usaha, ditingkatkan demi kenyamanan berdagang.

“Kalau bisa tempat usaha dibuat lebih bagus lagi, walaupun sekarang sudah cukup nyaman,” ujarnya.

Bagi IWIP, dukungan terhadap masyarakat sekitar area industri, merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk tumbuh bersama. Dengan semakin banyak warga yang berwirausaha, kehadiran IWIP menjadi motor pertumbuhan yang membawa manfaat seperti memperkuat industri nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di lingkar kawasan.

IWIP berkomitmen menghadirkan manfaat ekonomi yang lebih luas, tidak hanya melalui investasi dan hilirisasi nikel, tetapi juga lewat peluang-peluang ekonomi inklusif, berdampingan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Halmahera Tengah, Maluku Utara.

Baca juga: United Tractors (UT) Akuisisi Tambang Emas J Resources, Nilai Transaksi Rp8,85 Triliun

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin