IUP Batu Bara Ini Lakukan Penambangan Bawah Tanah

IUP Batu Bara Ini Lakukan Penambangan Bawah Tanah

Jakarta-TAMBANG. PT Gerbang Daya Mandiri melakukan pengembangan tambang batu bara bawah tanah dengan investasi mencapai US$ 75 juta. Kegiatan produksi sebesar 494 ribu ton ditargetkan pada 2016.

Direktur Operasi dan Produksi Gerbang Daya, Firman Daudsyah, mengatakan kegiatan eksplorasi penambangan bawah tanah dimulai pada Juni 2010 hingga Januari 2011 dengan 31 titik pemboran. Saat ini penambangan bawah tanah masih dalam tahap konstruksi.

“Kami beralih ke tambang bawah tanah karena lingkungan yang berdekatan dengan penduduk. Cadangan kami masih banyak sampai 50 juta ton. Yang bisa diambil sekitar 29 juta ton,” kata Firman seperti dikutip dari Beritasatu.com (22/02).

Firman menuturkan Gerbang Daya merupakan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) dengan luas konsesinya mencapai 1.758 hektar. Dia bilang kegiatan ekplorasi kali pertama dilakukan pada 2005 untuk tambang terbuka (open pit).

Sedangkan kegiatan eksploitasi tambang terbuka itu dimulai pada 2009 hingga 2013. Tercatat sebanyak 1,4 juta ton batubara yang diproduksi selama kurun waktu 4 tahun tersebut. “Open pit kami hentikan pada Mei 2013,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menyebut rencana produksi tambang bawah tanah pada 2016 sebesar 494 ribu ton, kemudian di 2017 mencapai 943 ribu ton, di 2018 sebesar 845 ribu ton serta di 2019 mencapi 1,06 juta ton.

“Setelah 2019 produksi tambang bawah tanah rata-rata sebesar 1 juta ton per tahun,” tuturnya.

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin