Insani Baraperkasa Habiskan US$1,3 Juta untuk Eksplorasi

Jakarta – TAMBANG. Biaya eksplorasi PT Insani Baraperkasa hingga bulan Januari 2015 mencapai US$1,289 juta. Kegiatan eksplorasi anak usaha PT Resources Alam Indonesia, Tbk (KKGI) itu dilakukan di wilayah tambang yang terletak di Provinsi Kalimantan Timur.

“Kegiatan eksplorasi dikerjakan di tiga tempat, yaitu Sub Blok Handil Bakti, Manunggal Jaya, dan Tanjung Barokah,” ujar Agoes Soegiarto, Direktur PT Insani Baraperkasa dalam keterangan resminya, Senin (9/2).

Ke depan, perseroan berencana untuk terus melakukan pemetaan geologi dan pembebasan lahan untuk menetapkan sub blok yang potensial ditambang. Sedangkan untuk Blok Separi masih dipelajari untuk dilakukan pemboran.

Dijelaskan Agoes bahwa seluruh blok dalam PKP2B PT Insani Baraperkasa, untuk tahap produksi sudah mendapat persetujuan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Jakarta, TAMBANG – Sektor ketenagalistrikan Indonesia tengah memasuki fase transformasi yang penting. Peningkatan permintaan listrik, integrasi energi terbarukan, modernisasi jaringan, digitalisasi, serta meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri dan pusat data mendorong kebutuhan akan sistem ketenagalistrikan yang semakin andal, fleksibel, dan tangguh. Dalam konteks tersebut, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect

By Rian Wahyuddin
Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Jakarta, TAMBANG – Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), Gilarsi Wahju Setijono mengungkap sejumlah tantangan pengembangan komoditas logam tanah jarang (LTJ) di dalam negeri. Saat ini, Perminas sudah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) LTJ eksplorasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Mamuju, Sulawesi Barat. Kata Gilarsi, tantangan

By Rian Wahyuddin