Inovasi Pengolahan Tembaga AMMAN, Lahir di Sumbawa- Diakui Dunia

Inovasi Pengolahan Tembaga AMMAN,  Lahir di Sumbawa- Diakui Dunia

Jakarta,TAMBANG,- Saban hari, Didit dan rekan-rekannya yang bekerja sebagai tim Metallurgy di Processing Plant tambang Batu Hijau, terus mencari cara inovatif untuk meningkatkan nilai tambah. Semangat ini muncul karena budaya kerja positif yang dirasakan di perusahaan tempatnya bekerja, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN). AMMAN sendiri merupakan salah satu perusahaan tambang tembaga dan emas terbesar di Indonesia.

Sesuai dengan keahliannya, Didit dan rekan-rekannya fokus pada solusi untuk meningkatkan perolehan tembaga (recovery). Semakin tinggi tingkat perolehan, semakin banyak kandungan tembaga dalam bijih mineral yang berhasil diolah menjadi produk konsentrat. Pada saat yang sama akan semakin sedikit yang terbuang sebagai limbah/tailing.

Bijih mineral yang diolah bisa berasal dari bijih segar langsung dari proses penambangan maupun dari stockpile, tempat bijih yang telah ditambang dan disimpan untuk kebutuhan produksi. Tantangan muncul ketika tim mengolah bijih stockpile karena bijih tersebut mengalami oksidasi, sehingga tingkat perolehan tembaga cenderung menurun saat bijih tersebut diolah di pabrik flotasi. Jika dibiarkan, penurunan recovery ini pada akhirnya ikut menggerus nilai ekonomi bijih stockpile dari waktu ke waktu.

Berkat disiplin untuk perbaikan berkelanjutan, Didit dan rekan-rekannya di tim Metallurgy berhasil menciptakan inovasi yang menjawab persoalan tersebut, yaitu dengan penerapan Controlled Potential Sulfidisation (CPS) dengan menambahkan teknologi sensor Oxidation Reduction Potential (ORP).

Inovasi ini berhasil meningkatkan recovery atau perolehan tembaga secara signifikan. Hebatnya, performa tinggi ini justru dibarengi dengan penurunan konsumsi bahan kimia hingga 18,3%. Ini adalah perwujudan nyata dari operasional yang lebih efisien dan produktif, di mana teknologi mampu mengoptimalkan sumber daya sekaligus menekan biaya operasional.

Presisi  dan  konsistensi dibalik Teknik CPS

Controlled Potential Sulfidisation (CPS) merupakan proses yang berperan dalam meningkatkan kemampuan mineral tembaga agar bisa dipisahkan dan diambil secara lebih efektif dalam proses flotasi. Didit dan rekan-rekannya menambahkan teknologi sensor Oxidation Reduction Potential (ORP) yang digunakan untuk memonitor kondisi kimia lumpur hasil pengolahan (slurry) secara langsung dan seketika (real-time). Dengan demikian, Didit dan rekan-rekannya memiliki data yang lebih akurat, sehingga dapat memastikan dosis reagen pengaktif (NaHS) yang ditambahkan ke dalam slurry tersebut tepat.

Ibarat memasak dengan bumbu yang harus pas, penambahan reagen ini juga harus tepat, sehingga mineral tembaga yang sebelumnya sulit diproses kini lebih mudah diperoleh dalam proses flotasi. Proses flotasi merupakan proses di mana mineral yang mengandung tembaga atau emas dibuat menempel pada gelembung udara, lalu naik ke permukaan sehingga bisa dipisahkan dari material yang tidak bernilai.

Pengakuan Internasional di MetPlant 2026

Keberhasilan inovasi ini dituliskan dalam sebuah karya ilmiah yang dipresentasikan di MetPlant 2026 yang berlangsung di Adelaide, Australia. MetPlant merupakan salah satu konferensi metalurgi bergengsi di dunia pengolahan mineral, tempat para pakar global berkumpul untuk bertukar informasi dan praktik terbaik dalam desain dan operasi pabrik mineral.

Didit dan rekan-rekannya yang mewakili AMMAN mendapatkan pengakuan luar biasa, di mana karya ilmiah tersebut mendapat penghargaan ‘Best Paper’. Hal ini membuktikan bahwa kualitas inovasi dari tanah dan putra Sumbawa Barat diakui dengan sangat baik di level internasional.

Sebagai putra daerah Sumbawa Barat, Didit mengaku bahwa inovasi ini lahir dari budaya bekerja yang sangat kondusif. “Di AMMAN, kami didorong untuk terus termotivasi menjadi lebih baik lagi dan tidak cepat puas. Budaya kerja yang sangat mendukung, seperti semangat kerja sama dan dukungan para pimpinan juga menjadi kunci untuk melahirkan inovasi ini,"terangnya.

Didit kemudian menambahkah, "Perusahaan memberikan ruang luas bagi kami untuk terus berinovasi menciptakan sistem yang paling efektif. Bagi saya, ini adalah bukti bahwa semangat lokal dari Sumbawa Barat bisa menghasilkan karya teknis yang diakui secara global,”.

Artikel Terkait