Jakarta-TAMBANG. Pemerintah dalam hal ini Kementerian ESDM menyampaikan kinerja sektor minyak dan gas bumi di tahun 2017. Dari paparan yang disampaikan disebutkan bahwa target lifting migas di tahun 2017 tidak tercapai. Lifting migas di tahun 2017 sebesar 1.944 ribu BOEPD. Angka ini setara dengan 98,9% dari target APBN-P 2017 sebesar 1.965 ribu BOEPD.
Ini tentu menjadi salah satu pekerjaan rumah Kementerian ESDM yakni meningkatkan lifting. Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk meningkatkan lifting migas.
Hal pertama tentu saja dengan mendorong percepatan kegiatan eksplorasi dan penyelesaian proyek pengembangan lapangan. Kemudian melakukan pemeliharaan untuk meningkatkan kehandalan fasilitas produksi dan meminimalkan unplanned shutdown. Pemerintah juga perlu mendorong KKKS untuk menambah investasi dalam kegiatan eksploitasi seperti pemboran dan workover.
Hal lain yang dapat dilakukan dengan optimalisasi stok minyak untuk di-lifting dan tentu saja mempercepat penyelesaian masalah non-teknis mulai dari perizinan, pembebasan lahan dan kendala non teknis lainnya.
Sementara kontribusi sektor migas pada pendapatan negara terbilang tinggi. Penerimaan sektor migas di tahun 2017 menyentuk angka Rp. 138 Triliun. Angka ini sama dengan 117% dari target APBNP 2017 sebesar Rp 118,4 triliun. Sementara di tahun 2016 realisasi penerimaan negara sebesar Rp.83,8 triliun.
Sumber penerimaan negara yang demikian besar itu disupport oleh PNBP SDA sebesar Rp. 82,5 triliun, kemudian PNBP lainnya sebesar Rp. 6,05 triliun dan PPh sebesar Rp. 49,4 Triliun.