Ini Daftar Lelang WK Migas Tahun 2018

Ini Daftar Lelang WK Migas Tahun 2018
Wakil Menteri ESDM, Arcnadra tahar, saat konferensi pers pengumumam penawaran WK MIgas Tahun 2018, Senin (19/2)
Jakarta, TAMBANG – Kementerian ESDM telah membuka penawaran Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi (WK Migas).   Wakil Menteri Arcandra  Tahar memaparkan, penawaran ini termasuk ke dalam first round atau tahap pertama.   “Nanti akan ada second round, yang dilelang tahun ini 26 WK baru first round,” kata Arcandra, di ruang Sarulla, Kementerian ESDM, Senin (19/2).   26 WK Migas tersebut terdiri atas 2 WK Konvensional dan 24 WK Non Konvensional.  Terkait mekanisme penawaran, WK Migas Non Konvensional dilakukan dengan penawaran langsung. Sedangkan WK Migas Konvensional ada yang melalui penawarannya langsung dan ada juga yang melalui penawaran reguler.   Secara rinci, berikut ini WK Migas yang ditawarkan : Penawaran langsung : Konvensional : 1. South East Jambi, Onshore Jambi 2. Citarum, Onshore Jawa Barat dan Jawa Tengah 3. East Ganal, Offshore Selat Makassar 4. East Papua, Onshore Papua 5. East Seram, Onshore/Offshore Maluku   Non Konvensional: 1. GMB Sumbagsel, Onshore Sumatera Selatan 2. MNK Sumur Tenggara, Onshore Sumatera Utara   Penawaran reguler: 1. South CPP, Onshore Riau 2. Nibung, Onshore Jambi 3. Batu Gajah Dua, Onshore Jambi 4. Air Komering, Onshore Sumatera Selatan 5. Bukit Barat, Offshore Natuna 6. East Sokang, Offshore Natuna 7. Banyumas, Onshore Jawa Tengah 8. East Muriah, Offshore Jawa Timur 9. North Kangean, Offshore Jawa Timur 10. Andika Bumi Kita, Offshore Jawa Timur 11. Belayan, Onshore Kalimantan Timur 12. West Sanga-Sanga, Onshore Kalimantan Timur 13. Suremana I, Offshore Selat Makassar 14. South East Mahakam, Offshore Kalimantan Timur 15. Manakarra Mamuju, Offshore Selat Makasar 16. Karaeng, Onshore/Offshore Sulawesi Selatan 17. Ebuny, Offshore Sulawesi Tenggara 18. West Berau, Offshore Papua Barat 19. Cendrawasih Bay II, Offshore Papua   Archandra menargetkan, minimal 50 persen WK yang ditawarkan bisa laku tahun 2018 ini. Meski demikian, pihaknya akan berusaha keras 26 WK tersebut bisa laku semua.   “Target minimal 50 persen WK laku, (tapi harapannya) mudah-mudahan semuanya laku,” pungkasnya.    

Artikel Terkait

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda