Ini Capaian Kinerja Operasional ANTAM Sepanjang Kuartal I 2024

Menkeu Purbaya Emas
Ilustrasi. Sumber: PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM).

Jakarta, TAMBANG – PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) mencatatkan produksi unaudited emas dari tambang perusahaan sebesar 166 kg atau 5.337 ons troi sepanjang Kuartal I 2024. Sementara volume penjualan logam emas unaudited mencapai 7.112 kg setara 228.656 ons troi.

Pada segmen nikel, ANTAM berhasil memproduksi bijih sebesar 1,44 juta wet metric ton (wmt) pada kuartal I tahun ini. Adapun capaian volume penjualan unaudited bijih nikel di pasar domestik mencapai 1 juta wmt.

ANTAM mencatatkan produksi unaudited feronikel sebesar 4.789 ton pada kuartal ini atau turun 12 persen dibanding dengan periode sama tahun lalu yang mencapai 5.437 ton.

Penjualan feronikel rencananya bakal dilakukan pada kuartal kedua tahun ini sejalan dengan didapatkannya izin penjualan pada Maret kemarin.

“Dengan telah diperolehnya perizinan pada Maret 2024, penjualan feronikel direncanakan terealisasi mulai kuartal kedua tahun 2024,” beber Sekretaris Perusahaan ANTAM, Syarif Faisal Alkadrie dalam keterangan resmi, dikutip Senin (6/5).

Faisal menyebut, saat ini pihaknya sedang fokus menyelesaikan proyek strategis yaitu pabrik feronikel di Halmahera Timur, Maluku Utara. Kata dia, ANTAM melanjutkan proses commissioning untuk memastikan kestabilan proses produksi sebelum operasi komersial.

Di segmen bauksit, Perusahaan mencatatkan produksi sebesar 153 ribu wmt. Angka tersebut termasuk digunakan untuk kebutuhan pabrik Chemical Grade Alumina (CGA) Tayan serta pihak ketiga.

Pada tahun ini, ANTAM berfokus pada pengembangan penjualan bauksit di dalam negeri. dengan telah diperolehnya perizinan pada Maret 2024, penjualan bauksit direncanakan terealisasi mulai kuartal kedua tahun 2024.

ANTAM juga sedang fokus dalam pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat. Proyek tersebut dikembangkan Bersama dengan PT Indonesia Asahan Aluminium dengan kapasitas pengolahan mencapai 1 juta ton SGAR per tahun.

Sejalan dengan strategi ANTAM dalam mengoptimalkan operasi Pabrik CGA Tayan serta meningkatkan volume penjualan produk-produk alumina, pada kuartal ini ANTAM lewat anak usahanya yang mengendalikan CGA Tayan, PT Indonesia Chemical Alumina berhasil memproduksi sebanyak 24.753 ton alumina.

“Pada kuartal satu, capaian penjualan alumina unaudited mencapai 38.862 ton alumina, meningkat 18 persen jika dibandingkan volume penjualan alumina pada kuartal I 2023 sebesar 33.069 ton alumina” ungkap Faisal.

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin