Ini Alasan KPK Periksa Ditjen Minerba ESDM

Ini Alasan KPK Periksa Ditjen Minerba ESDM
Jakarta, TAMBANG – Bak petir di siang bolong, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak Senin siang (27/3). Berdasarkan pantauan tambang.co.id, penggeledahan masih berlangsung hingga Senin malam. Usut punya usut, penggeledahan yang dilakukan lembaga antirasuah tersebut berkaitan dengan penggelapan Anggaran Pendapatan Dana Belanja Negara (APBN) untuk Tunjangan Kinerja (Tukin) Aparatur Sipil Negara (ASN). “Infonya Penggelapan APBN dana tunjangan kinerja oleh bagian keuangan Sesditjen Minerba,” kata seorang narasumber melalui pesan singkat, Senin (27/3). Hal ini dibenarkan Juru Bicara KPK, Ali Fikri. Katanya, dugaan korupsi dana tukin tersebut mencapai puluhan miliar rupiah. “Ini terkait pemotongan tunjangan Tukin, sejauh ini berkisaran puluhan miliar,” ungkap Ali kepada awak media di KPK, seperti dikutip tempo.co. Hingga berita ini diturunkan, sejumlah awak media masih menunggu penyidik KPK keluar dari Gedung Ditjen Minerba yang berlokasi di Jalan Prof DR Soepomo, Menteng Dalam, Kecamatan Tebet, Kota Jakarta Selatan. Terlihat sejumlah aktivitas dibatasi oleh sekuriti setempat. Bahkan wartawan yang hendak meliput juga hanya diperbolehkan masuk di sekitar pos kemanan.

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Jakarta, TAMBANG – Sektor ketenagalistrikan Indonesia tengah memasuki fase transformasi yang penting. Peningkatan permintaan listrik, integrasi energi terbarukan, modernisasi jaringan, digitalisasi, serta meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri dan pusat data mendorong kebutuhan akan sistem ketenagalistrikan yang semakin andal, fleksibel, dan tangguh. Dalam konteks tersebut, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect

By Rian Wahyuddin
Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Jakarta, TAMBANG – Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), Gilarsi Wahju Setijono mengungkap sejumlah tantangan pengembangan komoditas logam tanah jarang (LTJ) di dalam negeri. Saat ini, Perminas sudah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) LTJ eksplorasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Mamuju, Sulawesi Barat. Kata Gilarsi, tantangan

By Rian Wahyuddin