Beranda Tambang Today Indonesia Mining Outlook 2025:  Industri Tambang Kunci Ketahanan Energi dan Indonesia Emas...

Indonesia Mining Outlook 2025:  Industri Tambang Kunci Ketahanan Energi dan Indonesia Emas 2045

Mining outlook
Rian/TAMBANG

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan mineral dan batu bara menjadi kunci tercapainya ketahanan energi dan Indonesia emas 2045. Hal tersebut disampaikan Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Ditjen Minerba, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Cecep Mochammad Yasin.

“Sektor pertambangan memegang peranan penting dalam mencapai Indonesia emas 2045 terutama dalam dukungan kepada hilirisasi dan industrialisasi serta ketahanan pasokan energi dan energi baru terbarukan,” ungkap Cecep dalam dalam Indonesia Mining Outlook 2025, di Jakarta, Kamis (27/2).

Cecep menerangkan, berdasarkan semangat Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian ESDM mendorong perusahaan melakukan konversi batu bara menjadi gas di mulut tambang sebagai alternatif energi untuk masyarakat.

“Berpedoman pada Asta Cita, terkait sektor pertambangan, (Kami mendorong pelaku usaha) melakukan konversi batu bara menjadi gas di mulut tambang sebagai alternatif energi masyarakat dan mengurangi polusi terhadap lingkungan,” ujarnya.

Pemerintah juga fokus melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi di semua sektor termasuk pada komoditas mineral dan batu bara.

“Kemudian melakukan pendalaman dan melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi di berbagai sektor,” imbuh Cecep.

Usung Program Pendukung Asta Cita, Pertagas Sabet Tiga PROPER Emas

“Meningkatkan nilai tingkat komponen dalam negeri untuk industri komoditas yang mendorong hilirisasi untuk kemajuan kita bersama,” terangnya.

Di samping itu, Pemerintah juga berkomitmen untuk menindak tegas praktik pertambangan yang tidak sesuai aturan. Termasuk mendorong semua pelaku usaha untuk melakukan rehabilitasi lingkungan bekas tambang.

“Di antaranya adalah menindak tegas praktik pertambangan yang merusak lingkungan, mendorong upaya restorasi, rehabilitasi dan pemulihan lingkungan untuk mengembalikan fungsi ekologis lahan produktif,” beber Cecep.

Hal senada disampaikan Redaktur Eksekutif Majalah TAMBANG, Egenius Soda. Menurut dia, penerapan good mining practice (GMP) sudah menjadi kewajiban yang harus dilakukan pelaku usaha pertambangan, terlebih dunia global sedang menyoroti aspek Enviromental, Social and Governance (ESG).

“Di tengah masyarakat global yang semakin peduli pada lingkungan, penerapan good mining practice, penerapan pertambangan yang ramah lingkungan sudah tidak bisa terelakan lagi. Ini tentu menjadi tantangan sekaligus pekerjaan rumah semua stakeholder pertambangan,” ucap Egenius Soda.

Egenius menyampaikan, faktor geopolitik juga menentukan keberlanjutan industri tambang domestik. Karena itu, dibutuhkan upaya transformatif dan sinergi multi pihak untuk menghadapi tantangan industri pertambangan ke depan. 

“Di sisi lain, faktor geopolitik seperti konflik global juga akan menentukan bagaimana pertambangan ini ke depan. Dibutuhkan kerja sama lintas stakeholder untuk menghadapi tantangan ini,” beber Egenius.

Sebagai informasi, Indonesia Mining Outlook 2025 diselenggarakan atas kerja sama antara Majalah TAMBANG, Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia (ASPINDO), Perkumpulan Tenaga Ahli Alat Berat Indonesia (PERTAABI), Majalah Equipment, dan PT Exxon Mobil Lubricants Indonesia dan juga dukungan dari collaboration partner kami, Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini