Indonesia Kuasai Ekspor Batu Bara Dunia, Coalindo: Meski Produksi Sekitar 8 Persen dari Total Global
Presiden Direktur PT Coalindo Energy, Jimmy Gunarso, mengatakan Indonesia memiliki posisi strategis dalam industri batu bara global. Hal itu disampaikan dalam Indonesia Coal Mining Forum (ICMF) 2026 yang digelar Majalah TAMBANG bersama Hype Solusi Indonesia di Kemang, Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026.
Jakarta, TAMBANG – Presiden Direktur PT Coalindo Energy, Jimmy Gunarso, mengatakan Indonesia memiliki posisi strategis dalam industri batu bara global. Hal itu disampaikan dalam Indonesia Coal Mining Forum (ICMF) 2026 yang digelar Majalah TAMBANG bersama Hype Solusi Indonesia di Kemang, Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026.
Kata Jimmy, meskipun hanya menyumbang sekitar 8 persen dari total produksi batu bara dunia, Indonesia menjadi eksportir batu bara terbesar karena sebagian besar negara produsen utama menggunakan hasil produksinya untuk memenuhi kebutuhan domestik.
Jimmy menjelaskan, Indonesia menempati peringkat ketiga sebagai produsen batu bara dunia, di bawah China dan India.
"Posisi Indonesia dalam produksi batu bara internasional berada di peringkat ketiga. China dan India masih menjadi produsen terbesar dunia, dengan produksi batu bara China mencapai sekitar 9,1 miliar ton per tahun. Sementara produksi Indonesia berada di kisaran 800 juta ton," ujar Jimmy, dikutip Jumat (17/7).
Menurutnya, jika dibandingkan dengan total produksi batu bara global, kontribusi Indonesia sebenarnya relatif kecil.
"Produksi Indonesia hanya sekitar 8 persen dari total produksi batu bara dunia," katanya.

Namun, lanjut Jimmy, kondisi tersebut justru menjadikan Indonesia sebagai pemain utama dalam perdagangan batu bara internasional. Hal itu disebabkan sebagian besar produksi batu bara China dan India digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi di dalam negeri.
"China menggunakan sekitar 52 persen produksi batu bara dunia untuk konsumsi domestiknya, sementara India sekitar 12 persen. Karena kedua negara tersebut lebih banyak menyerap produksinya sendiri, Indonesia akhirnya menjadi pemimpin dalam perdagangan atau ekspor batu bara dunia," jelasnya.
Jimmy juga menyoroti pergeseran pusat industri batu bara global yang kini semakin terkonsentrasi di kawasan Asia.
Menurutnya, negara-negara di luar Asia mulai mengurangi ketergantungan terhadap batu bara seiring meningkatnya komitmen terhadap transisi energi dan pengembangan energi hijau. Selain itu, cadangan batu bara di sejumlah kawasan juga mulai menurun.
"Produksi dan perdagangan batu bara kini didominasi kawasan Asia. Di luar Asia sudah ada kecenderungan yang kuat untuk beralih ke energi hijau, sementara cadangan batu bara mereka juga mulai menipis. Akibatnya, pusat industri batu bara bergeser ke Asia, dan Indonesia menjadi salah satu pemimpin utamanya," ujarnya.
Jimmy memaparkan bahwa lima negara produsen batu bara terbesar dunia saat ini terdiri atas China dengan pangsa sekitar 52 persen, India 12 persen, Indonesia 8 persen, Australia 6 persen, dan Amerika Serikat sekitar 5 persen dengan total produksi mencapai 9,11 miliar ton per tahun.
Menurutnya, struktur tersebut menunjukkan bahwa Asia masih menjadi pusat produksi sekaligus perdagangan batu bara dunia.