Indominco Dapat Diskon PNBP Penggunaan Kawasan Hutan

Indominco Dapat Diskon PNBP Penggunaan Kawasan Hutan
ilustrasi

Jakarta - TAMBANG. PT Indominco Mandiri, anak usaha PT Indo Tambangraya Megah Tbk menjadi “Pelopor Hutan Bekas Tambang” dan mendapatkan Pengurangan Penerimaan Negara Bukan Pajak Penggunaan Kawasan Hutan (PNBP-PKH) sebesar Rp3,5 miliar untuk 2014-2015. Sebabnya, perseroan berhasil memulihkan lahan bekas tambang dan mengembalikannya kepada pemerintah.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya kepada Direktur Utama PT Indominco Mandiri, Pongsak Thongampai, pada puncak perayaan Hari Menanam nasional pada 29 November 2014 di Wonogiri Jawa Tengah. Pada hari yang sama di Samarinda Kalimantan TImur, PT Indominco Mandiri juga dianugerahi sebagai “Pelaku Usaha Pertambangan dan Reklamasi Hutan” oleh Pemprov Kaltim.

“Pemerintah beranggapan PT Indominco Mandiri telah memenuhi kewajiban lingkungan yang diamanatkan di PP No.24/2014,” ujar Manajer Komunikasi Korporat ITM, Diana Yultiara Djafar kepada Majalah TAMBANG, Rabu (10/12).

Perseroan telah melaksanakan apa yang diwajibkan dalam PP tersebut berupa menata ulang lahan, mengendalikan erosi dan sendimentasi, serta melakukan reklamasi hutan sehingga kawasan bekas tambang seluas 248,4 hektar di Kutai Timur telah kembali ke habitat alaminya.

PT Indominco telah merehabilitasi daerah aliran singai seluas 2.600 hektar yang terpusat di kawasan Taman Nasional Kutai di Bontang, Kalimantan Timur. Selain itu, perseroan juga telah mentransplantasi terumbu karang di perairan Tanjung Merangas, Bontang, serta menanam 17.000 pohon bakau di sepanjang garis pantai Kotamadya Bontang dan kabupaten Kutai Timur.

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Jakarta, TAMBANG – Sektor ketenagalistrikan Indonesia tengah memasuki fase transformasi yang penting. Peningkatan permintaan listrik, integrasi energi terbarukan, modernisasi jaringan, digitalisasi, serta meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri dan pusat data mendorong kebutuhan akan sistem ketenagalistrikan yang semakin andal, fleksibel, dan tangguh. Dalam konteks tersebut, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect

By Rian Wahyuddin
Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Jakarta, TAMBANG – Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), Gilarsi Wahju Setijono mengungkap sejumlah tantangan pengembangan komoditas logam tanah jarang (LTJ) di dalam negeri. Saat ini, Perminas sudah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) LTJ eksplorasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Mamuju, Sulawesi Barat. Kata Gilarsi, tantangan

By Rian Wahyuddin