IMA Apresiasi Rencana Pemerintah Terapkan Relaksasi Produksi Batu Bara

Indonesian Mining Association (IMA) menyambut baik atas rencana Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang tengah menyiapkan kebijakan relaksasi produksi batu bara.

IMA Apresiasi Rencana Pemerintah Terapkan Relaksasi Produksi Batu Bara
Ilustrasi.

Jakarta, TAMBANG — Indonesian Mining Association (IMA) menyambut baik atas rencana Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang tengah menyiapkan kebijakan relaksasi produksi batu bara.

Direktur Eksekutif API-IMA, Sari Esayanti, menegaskan bahwa kebijakan relaksasi yang terukur ini sangat krusial untuk memastikan sektor pertambangan tetap tangguh dan mampu memberikan kontribusi maksimal terhadap perekonomian nasional di tengah ketidakpastian global.

"Kebijakan relaksasi produksi ini menjadi semakin relevan bagi pelaku usaha di tengah tren penguatan kurs dolar AS saat ini,” ungkap Sari dalam keterangannya, Senin (8/6).

Sari menjelaskan, di satu sisi, kenaikan dolar memang menguntungkan karena transaksi ekspor batu bara menggunakan mata uang dolar, sehingga pendapatan yang dikonversi ke Rupiah akan meningkat. Namun, di sisi lain, pelaku usaha juga tengah menghadapi beban pembengkakan biaya operasional (operational cost).

“Kita tahu bahwa komponen utama operasional tambang, seperti bahan bakar, alat berat, dan suku cadang, sangat bergantung pada impor yang harganya terkerek naik akibat kuatnya dolar," ungkap Sari.

Menurut Sari, relaksasi ini memberikan ruang bagi perusahaan untuk mengompensasi tingginya biaya operasional.

"Jika melihat situasi nyata di lapangan, tekanan biaya operasional yang tinggi dan penurunan kuota produksi telah membuat beberapa tambang terpaksa menghentikan produksinya. Kebijakan relaksasi dari Kementerian ESDM ini menjadi angin segar yang dapat menjamin keberlanjutan operasi pertambangan dan sangat penting untuk mencegah potensi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)," tambahnya.

Di samping menyelamatkan kelangsungan industri dan tenaga kerja, IMA meyakini bahwa momentum tingginya harga komoditas yang dipadukan dengan penguatan dolar AS dan adanya kebijakan relaksasi ini, akan berdampak sangat signifikan terhadap proyeksi penerimaan negara.

“Kami mendukung penuh pemerintah untuk menjalankan kebijakan ini secara terukur demi kepentingan nasional,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemerintah akan menyiapkan kebijakan relaksasi terukur dalam pengelolaan komoditas energi, termasuk batu bara, di tengah dinamika geopolitik global yang memicu fluktuasi harga.

Bahlil menjelaskan, ketegangan geopolitik di Timur Tengah telah memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan harga komoditas dunia. Kondisi tersebut, menurutnya, harus direspons dengan kebijakan yang seimbang agar seluruh pihak, baik pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat, dapat memperoleh manfaat.

“Kita memperhatikan betul kecenderungan geopolitik, ketegangan di Timur Tengah dengan fluktuasi harga global. Maka idealnya pemerintah, pengusaha, atau rakyat berkepentingan untuk harga yang bagus. Produksi kita harus banyak supaya pengusaha untung, negara untung, dan rakyat juga mendapat dampak positif,” ujar Bahlil dalam konferensi pers di Komplek DPR RI, Senin (8/6).

Artikel Terkait

Gunakan Energi Terbarukan di Wilayah Operasi, ANTAM Berhasil Turunkan Konsumsi Energi 59 Persen

Gunakan Energi Terbarukan di Wilayah Operasi, ANTAM Berhasil Turunkan Konsumsi Energi 59 Persen

Jakarta, TAMBANG - PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) berhasil menurunkan konsumsi energi sebesar 59% sepanjang semester I 2026. Hal ini berkat pemanfaatan sumber energi terbarukan di seluruh kegiatan operasional. Corporate Secretary ANTAM, Wisnu Danandi Haryanto mengatakan, efisiensi energi menjadi bagian penting dalam meningkatkan efektivitas operasional sekaligus mengurangi dampak lingkungan dari kegiatan

By Rian Wahyuddin