Ikut IEE Expo, XCMG Bakal Pamerkan Alat Berat Unggulan

Ikut IEE Expo, XCMG Bakal Pamerkan Alat Berat Unggulan
Dodi Haryanto saat Press Conference Indonesia Energy & Engineering Expo

Jakarta, TAMBANG – PT XCMG Group Indonesia (XCMG) siap meramaikan pameran dagang terbesar se-Asia Tenggara yang berkonsep Indonesia Energy and Engineering (IEE) yang diselenggarakan Pamerindo pada 14-17 September 2022. Produsen alat berat asal cina ini dipastikan bakal memamerkan produk-produk unggulannya.

“XCMG berkomitmen untuk menjadi pemain penting dalam industri alat berat di indonesia dengan memberikan produk dan layanan purna jual yang berkualitas,” kata Sales Director Xcmg Indonesia, Dodi Haryanto dalam konferensi pers, dikutip Kamis (1/9).

Menurut Dodi, beberapa produk yang akan dipamerkan di Jakarta International Expo ini di antaranya hydraulic excavator, wheel loader, crane, vibrating roller, motor grader, asphalt distributor, rotary drilling rid dan mining machinery.

“Tentunya produk-produk tersebut dapat digunakan oleh konsumen di seluruh indonesia dalam semua sektor seperti pertambangan, konstruksi, minyak dan gas, hutan tanaman indsutri dan perkebunan,” imbuhnya.

Perusahaan yang juga menjadi sponsor utama ini diketahui telah mendirikan fasilitas spare part dan service center yang berada di kawasan Marunda, Jakarta.

Hal ini lantaran XCMG mendukung penuh program pemerintah yang ingin memulihkan ekonomi pasca pandemi melalui pembukaan lapangan kerja bagi putra dan putri terbaik dalam negeri.

“Saat ini XCMG Indonesia lebih dari 200 tenaga kerja profesional yang tersebar di seluruh Indonesia dan kami berharap di tahun 2023 jumlah tersebut bertambah hingga mencapai 300 tenaga kerja, dan selalu meningkat setiap tahun mendatang,” bebernya.

Di sisi lain, XCMG juga turut andil dalam menekan emisi karbon dengan mengeluarkan produk alat berat berteknologi tinggi dan berbasis elektrik.

“Baru saja, bulan lalu XCMG Indonesia mengirimkan Electric Truck untuk digunakan di salah satu tambang mineral terbesar di Sulawesi,” ujarnya.

Untuk diketahui, XCMG Group Indonesia adalah anak usaha dari XCMG Group, produsen alat berat yang berpusat di Cina.  

XCMG Group Indonesia  berdiri pada tahun 2017 tapi produknya sudah masuk dan berkontribusi bagi pembangunan dalam negeri selama 17 tahun melalui kerja sama dengan PT Gaya Makmur Tractors (GMT) sebagai dealer utama produk XCMG di Indonesia.

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin