IAGI Usulkan Royalti Dalam Bentuk Produk Emas

Jakarta-TAMBANG. Kandungan mineral yang dimiliki Indonesia begitu besar terutama untuk komoditas tembaga dan emas. Saat ini cadangan sumber daya dan cadangan terbukti komoditas emas paling besar dimiliki PT Freeport Indonesia di Propinsi Papua. Tingginya kandungan emas itu seharusnya dapat dimanfaatkan oleh negara untuk menunjang kesejahteraan masyarakat dan stabilnya perekonomian negara.

Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia, Sukmandaru mengatakan bahwa mineral emas seharusnya bukan hanya diberlakukan sebagai komoditas belaka namun lebih dari itu untuk mengamankan devisa. Menurutnya, ide untuk menarik royalti tambang dalam bentuk produk emas perlu dikaji dan diterapkan untuk memperkuat cadangan devisa emas negara.

Menurutnya berdasarkan data Bank Indonesia, cadangan devisa emas saat ini hanya 73 ton. Sementara total cadangan devisa Indonesia per November 2015 US$ 98 miliar. “Jumlah itu kecil sekali bila dibandingkan dengan negara lain seperti Perancis yang cadangan devisa emas 63% dari total cadangan devisa, sementara AS sebesar 70% dari total cadangan devisa,” ujar Sukmandaru di Jakarta, Kamis (17/12).

Sebagai informasi saat ini cadangan sumber daya dan cadangan terbukti emas Indonesia menurut data Badan Geologi sebesar 12.000 ton. Sementara data IAGI-MGEI pada 2014 menunjukkan bahwa jumlah cadangan emas Indonesia sebesar 7.331 ton. Dari data tersebut, Sukmandaru berpendapat bahwa sebaiknya pemerintah melakukan perubahan regulasi demi memanfataakan kandungan emas sebagai ketahanan ekonomi nasional.

Ia menambahkan, dari total jumlah kandungan emas sebesar 7.331 ton, prosentase cadangan terbesar berada pada  tambang PT Freeport Indonesia sebesar 1.883 ton. Ironisnya, prosentase yang besar itu justru tidak dimanfaatkan oleh pemerintah untuk menarik royalti dalam bentuk produk emas. Sebaliknya, saat ini induk perusahaan Freeport Indonesia, Freeport Mc Moran memiliki cadangan emas yang berlimpah yang 99% di antaranya berasal dari Papua.

“Potensi ini seharusnya dimanfaatkan sebesarnya. PT Freeport juga wajib menjaga keterbukaan pelaporan sumberdaya dan cadangannya kepada pemerintah dan kepada publik baik dari segi jumlah maupun variasi jenis mineral,” ungkapnya.

Kontribusi sektor mineral dalam PNBP nasional hanya sebesar 11,8%. Jumlah itu masih jauh dari sumbangan sektor lain seperti migas dan komoditas lainnya. Khusus Freeport, sumbangan royalti yang wajib dibayarkan pada komoditas emas adalah 3,75%. Nilai itu sudah dibayarkan per 25 Juli 2014. Sebelumnya Freeport berdasarkan kontrak karya 1991, royalti emas yang dibayarkan hanya sebesar 1%.

Artikel Terkait

Soal Afiliasi-Anak Usaha Jasa Tambang Wajib Kantongi Izin Menteri, ASPINDO Soroti Isu Transfer Pricing

Soal Afiliasi-Anak Usaha Jasa Tambang Wajib Kantongi Izin Menteri, ASPINDO Soroti Isu Transfer Pricing

Jakarta, TAMBANG — Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia (ASPINDO) menilai penggunaan anak perusahaan atau perusahaan afiliasi sebagai kontraktor jasa pertambangan tidak serta-merta dapat dikaitkan dengan praktik transfer pricing. Hal tersebut disampaikan menyusul terbitnya aturan baru Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengenai penggunaan anak perusahaan dan/atau afiliasi dalam jasa

By Rian Wahyuddin
Bangun Gudang di Osowilangun Surabaya, CKB Perkuat Konektivitas Industri hingga Indonesia Timur

Bangun Gudang di Osowilangun Surabaya, CKB Perkuat Konektivitas Industri hingga Indonesia Timur

Jakarta, TAMBANG — PT Cipta Krida Bahari (CKB Logistics) menghadirkan fasilitas pergudangan terintegrasi di Osowilangun, Surabaya. Aksi ini sebagai penghubung bagi industri logistik di Jawa Timur, dan konektivitas penting bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur. “Fasilitas Osowilangun bukan sekadar ruang gudang. Fasilitas ini merupakan simpul yang menghubungkan kebutuhan industri Jawa Timur

By Rian Wahyuddin
Kembangkan Inovasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, PTBA Raih Apresiasi Waste4Change

Kembangkan Inovasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, PTBA Raih Apresiasi Waste4Change

Jakarta, TAMBANG — PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, meraih apresiasi dari Waste4Change melalui kategori Strategic Partnership & Innovation Award atas inisiatif dalam proyek Jasa Konsultan Studi Pendahuluan dan Penyusunan Detail Engineering Design (DED) Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R). Apresiasi tersebut diberikan dalam

By Rian Wahyuddin