Hingga Kuartal III 2023, Reklamasi Pasca Tambang PTBA Mencapai 2.198,93 Hektare

Lahan Bekas Tambang

Jakarta, TAMBANG – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) berhasil mereklamasi area pasca tambang sebesar 2.198,93 hektare (ha) hingga Kuartal III 2023. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Perusahaan, Niko Chandra.

“Hingga September 2023, tercatat total areal reklamasi PTBA sudah mencapai 2.198,93 hektare,” ucap Niko dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (31/10).

Di samping itu, PTBA juga telah berhasil merehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) sebesar 3.575,43 ha hingga Kuartal III 2023. Area rehabilitasi DAS PTBA tersebar di beberapa lokasi seperti Sumatra Selatan (Sumsel), Lampung, Jawa Tengah (Jateng), Jawa Barat (Jabar) dan lain-lain.

“Sedangkan total areal rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) per September 2023 sebesar 3.575,43 ha,” beber dia.

Rehabilitasi DAS adalah penanaman di dalam dan di luar kawasan hutan yang merupakan salah satu kewajiban pemegang izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH).

Pada prinsipnya, baik reklamasi maupun rehabilitasi keduanya bagian dari langkah Perusahaan dalam mendukung program dekarbonisasi. Program dekarbonisasi PTBA lainnya adalah menerapkan eco mechanized mining dari sisi operasional yaitu mengganti peralatan pertambangan yang menggunakan bahan bakar fosil menjadi elektrik.

“Dari sisi operasional, perusahaan menerapkan Eco Mechanized Mining yakni mengganti peralatan pertambangan yang menggunakan bahan bakar fosil menjadi elektrik,” imbuhnya.

Beberapa alat berbasis listrik yang telah digunakan PTBA di antaranya Ekskavator Listrik berjenis Shovel PC-3000, Dump Truck sekelas 100 Ton hybrid (Diesel dan Listrik), dan Pompa Tambang berbasis Listrik.

“PTBA juga telah mengoperasikan bus listrik di Pelabuhan Tarahan dan Unit Pertambangan Tanjung Enim,” jelasnya.

Perusahaan juga menerapkan E-Mining Reporting System, yaitu sistem pelaporan produksi secara real time dan daring sehingga mampu meminimalkan pemantauan konvensional yang menggunakan bahan bakar.

Niko menyebut, program dekarbonisasi merupakan bagian dari peta jalan manajemen karbon PTBA hingga tahun 2050. Program ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Program-program dekarbonisasi ini merupakan bagian dari roadmap manajemen karbon PTBA hingga tahun 2050 yang akan terus dilaksanakan dan dikembangkan secara berkelanjutan di setiap lini perusahaan untuk memberikan hasil yang optimal,” tandasnya.

Artikel Terkait

Soal Afiliasi-Anak Usaha Jasa Tambang Wajib Kantongi Izin Menteri, ASPINDO Soroti Isu Transfer Pricing

Soal Afiliasi-Anak Usaha Jasa Tambang Wajib Kantongi Izin Menteri, ASPINDO Soroti Isu Transfer Pricing

Jakarta, TAMBANG — Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia (ASPINDO) menilai penggunaan anak perusahaan atau perusahaan afiliasi sebagai kontraktor jasa pertambangan tidak serta-merta dapat dikaitkan dengan praktik transfer pricing. Hal tersebut disampaikan menyusul terbitnya aturan baru Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengenai penggunaan anak perusahaan dan/atau afiliasi dalam jasa

By Rian Wahyuddin
Bangun Gudang di Osowilangun Surabaya, CKB Perkuat Konektivitas Industri hingga Indonesia Timur

Bangun Gudang di Osowilangun Surabaya, CKB Perkuat Konektivitas Industri hingga Indonesia Timur

Jakarta, TAMBANG — PT Cipta Krida Bahari (CKB Logistics) menghadirkan fasilitas pergudangan terintegrasi di Osowilangun, Surabaya. Aksi ini sebagai penghubung bagi industri logistik di Jawa Timur, dan konektivitas penting bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur. “Fasilitas Osowilangun bukan sekadar ruang gudang. Fasilitas ini merupakan simpul yang menghubungkan kebutuhan industri Jawa Timur

By Rian Wahyuddin
Kembangkan Inovasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, PTBA Raih Apresiasi Waste4Change

Kembangkan Inovasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, PTBA Raih Apresiasi Waste4Change

Jakarta, TAMBANG — PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, meraih apresiasi dari Waste4Change melalui kategori Strategic Partnership & Innovation Award atas inisiatif dalam proyek Jasa Konsultan Studi Pendahuluan dan Penyusunan Detail Engineering Design (DED) Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R). Apresiasi tersebut diberikan dalam

By Rian Wahyuddin