Hella Rancang Lampu Alat Berat Berproyeksi Tanda Bahaya

Hella Rancang Lampu Alat Berat Berproyeksi Tanda Bahaya
Jakarta, TAMBANG – Pemasok komponen otomotif global, HELLA memamerkan dua produk terbaru untuk industri pertambangan di ajang pameran Mining Indonesia 2019. Produk tersebut adalah RokLUME S700 RED dan LED Projection Module.   Head of Regional Marketing Hella Asia Singapura, Andrew Heng mengungkapkan, kedua produk tersebut dilengkapi dengan teknologi proyeksi visiotech, yang memfasilitasi komunikasi dengan menggunakan cahaya.   Melalui teknologi itu, lampu dapat memberikan sinyal kepada pengemudi bila ada sesuatu yang berbahaya di sekitar alat berat.   “HELLA menawarkan portofolio produk kinerja tinggi yang komprehensif, mencakup beragam produk lampu berkualitas tinggi, serta aneka solusi sistem kelistrikan dan elektronik canggih,” ungkap Andrew di Kemayoran, Jakarta, Rabu (18/9).   Dalam kesempatan yang sama, Head of Special OE Hella Asia Singapura, Albert Susanto mengungkapkan, produk-produk HELLA juga memenuhi standar peraturan kesehatan dan keselamatan kerja yang berlaku. Selain itu, juga memenuhi kebutuhan pemeliharaan dan operasional yang biasa diterapkan di industri pertambangan.   Menurutnya, keselamatan memiliki peran penting dalam berbagai aspek industri pertambangan, termasuk ketika kendaraan hilir-mudik di lingkungan kerja pertambangan.   “Situasi bahaya dan zona bahaya harus ditandai atau diberi pembatas secara visual untuk memberi peringatan dan melindungi daerah sekitarnya secara real time,” ungkap Albert.   Albert menjelaskan, lampu Peringatan LED RokLUME S700 RED telah dirancang khusus untuk kendaraan pertambangan. Lampu ini memproyeksikan tanda merah yang lebar di atas permukaan tanah untuk menandai bahaya dan zona bahaya secara visual. Dengan output cahaya yang intensitasnya kuat, lampu peringatan ini dapat digunakan pada kendaraan-kendaraan pertambangan dengan posisi pemasangan di bagian atas.   Sedangkan produk LED Projection Modul, memiliki kemampuan memproyeksikan tanda seru di atas permukaan tanah sebagai peringatan. Selain dapat memberi peringatan kepada pengemudi, cahaya visual tersebut juga mampu menyampaikan warning kepada para operator lain atau orang-orang yang lewat. Dengan demikian lingkungan kerja dipastikan aman dan nyaman.   “Jika diperlukan, simbol-simbol lain dapat dikembangkan dan dirancang bersama-sama para produsen kendaraan pertambangan,” lanjut Albert.

Artikel Terkait

PLN EPI Resmikan Rumah Pembibitan Mangrove Berbasis Electrifying Agriculture Di Cilacap

PLN EPI Resmikan Rumah Pembibitan Mangrove Berbasis Electrifying Agriculture Di Cilacap

Jakarta,TAMBANG,-Dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia, PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkuat komitmennya terhadap penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Kali ini perusahaan meresmikan Rumah Pembibitan Mangrove berbasis Electrifying Agriculture di Desa Bunton, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, Selasa (28/7). Program Tanggung Jawab Sosial dan

By Egenius Soda
Di Paruh Pertama 2026, PT Timah,(Persero),Tbk Sukses Bukukan Pendapatan Sebesar Rp 10,42 Triliun

Di Paruh Pertama 2026, PT Timah,(Persero),Tbk Sukses Bukukan Pendapatan Sebesar Rp 10,42 Triliun

Jakarta,TAMBANG,- Perusahaan tambang timah terbesar Indonesia, PT TIMAH (Persero) Tbk sukses mencatat kinerja positif di paruh pertama tahun ini. Dalam laporan keuangan konsolidasian untuk periode yang berakhir 30 Juni 2026, Perseroan  sukses mencatat pertumbuhan kinerja keuangan dan operasional yang signifikan. Kinerja positif ini didukung oleh beberapa hal termasuk kondisi

By Egenius Soda