HBA Juni Turun USD8,13 Per Ton Dibanding HBA Mei

hilirisasi bumi
ilustrasi

Jakarta, TAMBANG, Kementrian ESDM kembali merilis harga batu bara acuan untuk bulan Juni 2010. Minimnya pergerakan ekonomi terutama di India dan Cina membuat permintaan batu bara ikut turun. Ini yang mengakibatkan Harga Batubara Acuan (HBA) bulan Juni kembali terkoreksi ke angka USD52,98 per ton. Dibanding HBA di bulan Mei terjadi penurunan USD8,13 per ton. Di bulan Mei HBA ada di USD61,11 per ton.

“Stok batubara di India dan Tiongkok terbilang cukup tinggi. Mereka masih memanfaatkan produksi dalam negeri sendiri,” kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi.

Agung juga menjelaskan bahwa pengurangan suplai batubara dari Indonesia dintaranya sebagai dampak Covid-19 yang membatasi pergerakan ekonomi masing-masing negera. “Di tengah pandemi, ada kecenderungan peralihan ke sumber energi alternatif dalam negeri. Itu juga punya jadi pemicu utama selain akibat meningkatkannya hubungan Tiongkok-Australia,” tegas Agung.

Penurunan harga salah satu sumber energi ini juga melanjutkan trend pelemahan sejak WHO menetapkan Covid-19 sebagai pandemik di pertengahan Maret silam. Sempat menguat pada 0,28% pada angka USD67,08 per ton di bulan Maret dibanding bulan Februari (USD66,89 per ton), HBA terus mengalami koreksi ke angka USD65,77 per ton di bulan April.

Artikel Terkait

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda