HBA Juli Sentuh Level Tertinggi

HBA Juli Sentuh Level Tertinggi
Jakarta,  TAMBANG – Harga Batu Bara Acuan (HBA) periode Juli menyentuh level tertinggi sejak awal tahun 2018. Berdasarkan Keputusan Menteri (Kepmen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 1892 K/30/MEM/2018, HBA untuk Juli  mencapai USD104,65 per ton. Naik dari periode yang bertengger di angka USD100,69 per ton.   Sejak Januari nilainya berkisar antara USD95,54 per ton, lalu naik perlahan pada Maret USD101,86 per ton dan sempat turun lagi pada Mei USD89,53 per ton.   Ada beberapa faktor utama yang mendukung capain bulan Juli meroket ke level tertinggi.   “Pasar energi global relatif membaik, harga batu bara domestik di China mengalami kenaikan, harga minyak naik, serta kenaikan permintaan batu bara di Eropa utara dan China,” ungkap Kepala Biro Komunikasi Kementerian ESDM, Agung Pribadi kepada tambang.co.id, Kamis, (5/7).   Selain itu, Agung juga menjelaskan soal meningkatnya volume permintaan batu bara, dibandingkan ketersediaan stock batu bara dunia pada bulan Juni 2018.   “Pada pasar Australia terjadi ketidakmampuan untuk meningkatkan produksi cukup cepat. Serta ekspor batu bara dari tiga eksportir utama ke Asia, cenderung flatt pada periode Januari-Juni 2018,” ucap Agung.   Dalam Kepmen itu juga, ada beberapa variabel penentu Harga Batubara Acuan (HBA). Di antaranya adalah rata-rata Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platss 5900 pada sebelumnya. Kualitasnya disetarakan pada kalori 6322 kcal per kg GAR, Total Moisture 8 perseb, Total Sulphur 0,8 persen dan Ash 15 persen.

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Jakarta, TAMBANG – Sektor ketenagalistrikan Indonesia tengah memasuki fase transformasi yang penting. Peningkatan permintaan listrik, integrasi energi terbarukan, modernisasi jaringan, digitalisasi, serta meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri dan pusat data mendorong kebutuhan akan sistem ketenagalistrikan yang semakin andal, fleksibel, dan tangguh. Dalam konteks tersebut, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect

By Rian Wahyuddin
Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Jakarta, TAMBANG – Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), Gilarsi Wahju Setijono mengungkap sejumlah tantangan pengembangan komoditas logam tanah jarang (LTJ) di dalam negeri. Saat ini, Perminas sudah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) LTJ eksplorasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Mamuju, Sulawesi Barat. Kata Gilarsi, tantangan

By Rian Wahyuddin