Harga Emas Melejit, Laba MDKA Di 2020 Malah Anjlok Nyaris 50%

Harga Emas Melejit, Laba MDKA Di 2020 Malah Anjlok Nyaris 50%

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencatatkan penurunan pendapatan dan laba bersih di tahun 2020, di saat harga emas melejit bahkan sempat menyentuh level tertinggi.

Melansir laporan keuangan MDKA yang diterbitkan hari ini, Kamis (15/4), emiten yang lokasi tambang emasnya terletak di Banyuwangi, Jawa Timur ini,  membukukan pendapatan bersih sebesar USD 321,8 juta atau anjlok sekitar 20% dari periode sebelumnya yang mencetak angka US$ 402 juta.

Anjloknya pendapatan itu turut membuat laba bersih MDKA ambles. Tercatat, MDKA membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai US$ 36,19 juta. Realisasi ini anjlok sekitar 49,9% dari periode sebelumnya yang mencetak angka US$ 70,82 juta.

Sejumlah beban MDKA tercatat mengalami penurunan. Beban pokok pendapatan misalnya, turun menjadi US$ 207,7 juta dari US$ 246,59 juta seiring dengan melorotnya pendapatan bersih.

Beban usaha juga turun meskipun amat tipis, menjadi US$ 20,01 juta dari sebelumnya US$ 20,12 juta.

Adapun laba per saham dasar MDKA pada tahun 2020 mencapai US$ 0,0017 atau ambles tajam dari laba per saham pada 2019 yang hanya US$ 0,0033.

Per 31 Desember 2020, aset MDKA mencapai US$ 929,6 juta. Jumlah ini terdiri atas liabilitas senilai US$ 365.9 juta dan ekuitas senilai US$ 563,6 juta.

Untuk diketahui, sepanjang tahun 2020 harga komoditas emas melonjak tajam karena dipicu krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19. Sebagai gambaran, harga spot emas Antam tercatat mencapai Rp 1 juta per gram pada pertengahan tahun lalu.

Artikel Terkait

PERTAMISI Dorong Penyesuaian Spesifikasi Ekspor, Kepastian HPM, Tata Kelola dan Percepatan Hilirisasi Silika

PERTAMISI Dorong Penyesuaian Spesifikasi Ekspor, Kepastian HPM, Tata Kelola dan Percepatan Hilirisasi Silika

Jakarta, TAMBANG – Besarnya potensi silika Indonesia belum sepenuhnya berbanding lurus dengan pemanfaatannya. Kepastian harga, klasifikasi komoditas, spesifikasi ekspor, hingga persoalan perizinan masih menjadi tantangan dalam mendorong pengembangan industri silika dari hulu hingga hilir. Persoalan tersebut menjadi pembahasan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Dialog Silika Indonesia: Harga Patokan Mineral Silika

By Rian Wahyuddin
PGN Siap Jadi Offtaker dan Transporter Biomethane yang Dikembangkan Toyota dan KIS

PGN Siap Jadi Offtaker dan Transporter Biomethane yang Dikembangkan Toyota dan KIS

Jakarta,TAMBANG,- Pengembangan biomethane yang memanfaatkan limbah pabrik kelapa sawit di Sumatera Selatan kini mulai mendekati tahap akhir pengembangan. PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) berkolaborasi Toyota Tsusho Indonesia (TTI) dan PT KIS Biofuels Indonesia (KIS) untuk mengoptimasi pemanfaatan biomethane tersebut dalam rangka memastikan kesediaan pasokan energi domestik masa

By Egenius Soda
PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Perkuat Pasokan dan Kepastian Operasional

PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Perkuat Pasokan dan Kepastian Operasional

Jakarta,TAMBANG,- Perusahaan tambang batubara plat merah, PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) mempersiapkan operasional yang andal dalam menjaga keberlanjutan produksi. Perencanaan tersebut mempertimbangkan persetujuan pemerintah, prioritas kebutuhan domestik, serta dinamika pasar ekspor di tengah transisi energi. Direktur Utama PTBA, Bambang Ismawan, mengatakan perusahaan tetap berada pada jalur yang tepat

By Egenius Soda