Harga Batu Bara Per Juni Kembali Turun

Harga Batu Bara Per Juni Kembali Turun
Jakarta-TAMBANG. Harga batu bara acuan (HBA) bulan Juni 2015 mengalami penurunan sebesar US$ 1,49 atau 2,4%. Saat ini HBA tercatat hanya US$ 59,59/ton, dibandingkan harga bulan sebelumnya US$ 61,08/ton.   Demikian informasi yang dikutip redaksi Majalah TAMBANG berdasarkan keterangan di situs Ditjen Mineral dan Batu Bara, Rabu (17/6).   Harga batu bara terus turun sejak 2014 lalu. Saat itu harga batu bara pada Juni 2014 mencapai US$ 73,64/ton. Artinya bila dibandingkan year on year, harga batu bara anjlok 19% atau sebesar US$ 14,05/ton.   Berdasarkan harga acuan tersebut, maka harga patokan batu bara untuk 8 merek dagang utama, sebagai berikut:  
  • Gunung Bayan I: US$ 63,75/ton
  • Prima Coal: US$ 65,21/ton
  • Pinang 6150: US$ 58,91/ton
  • Indominco IM-East: US$ 48,94/ton
  • Melawan Coal: US$ 48,48/ton
  • Enviro Coal: US$ 46,23/ton
  • Jorong J-1: US$ 37,19/ton
  • Ecocoal: US$ 34,19/ton
  Seperti diketahui, Kementerian ESDM menargetkan produksi batu bara tahun ini sekitar 425 juta ton, pemerintah secara bertahap terus mengurangi besaran produksi batu bara yang pada 2019 di bawah 400 juta ton.   Dengan produksi 425 juta ton tersebut 24% di antaranya digunakan untuk dalam negeri, sisanya 76% di ekspor ke luar negeri. Sedangkan pada 2019 mendatang dengan produksi 400 juta ton sebanyak 60% digunakan di dalam negeri, sisanya 40% masih diekspor.   HBA bulan Juni Direktorat Jenderal Minerba

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Jakarta, TAMBANG – Sektor ketenagalistrikan Indonesia tengah memasuki fase transformasi yang penting. Peningkatan permintaan listrik, integrasi energi terbarukan, modernisasi jaringan, digitalisasi, serta meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri dan pusat data mendorong kebutuhan akan sistem ketenagalistrikan yang semakin andal, fleksibel, dan tangguh. Dalam konteks tersebut, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect

By Rian Wahyuddin
Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Jakarta, TAMBANG – Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), Gilarsi Wahju Setijono mengungkap sejumlah tantangan pengembangan komoditas logam tanah jarang (LTJ) di dalam negeri. Saat ini, Perminas sudah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) LTJ eksplorasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Mamuju, Sulawesi Barat. Kata Gilarsi, tantangan

By Rian Wahyuddin