Hanya Ada 39 PKP2B Yang Kantongi ET

Hanya Ada 39 PKP2B Yang Kantongi ET

Jakarta-TAMBANG. Pengusaha tambang batu bara mulai patah arang lantaran harga jual di pasar internasional yang semakin lesu turut menyeleksi jumlah perusahaan tambang batu bara yang bisa melanjutkan bisnis mereka di tahun ini. Dari 1.052 perusahaan tambang batu bara yang masuk dalam tahap produksi, baru 253 perusahaan saja yang telah diberikan izin ekspor sebagai eksportir terdaftar (ET).

Jumlah itu terdiri dari 39 perusahaan pemegang perjanjian karya pengusahaan pertambangan batu bara (PKP2B), sedangkan sisanya merupakan pemegang izin usaha pertambangan (IUP) dan trader. Sementara itu pemegang PKP2B yang belum mendapat izin jumlahnya 16 perusahaan.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, R Sukhyar mengatakan, besar–kecilnya produksi batu bara nasional sangat dipengaruhi ketahanan pengusaha terhadap kondisi harga batu bara yang rendah. Pemerintah tidak bisa mengintervensi dengan pembatasan volume produksi maupun ekspor batu bara nasional agar membuat harga jual batu bara naik.

Rendahnya harga jual batu bara yang kini hanya sekitar US$ 64 per ton membuat sebagian pengusaha penghasil batu bara kalori rendah menghentikan sementara kegiatan produksi mereka hingga harga batu bara stabil. Pasalnya, biaya pokok produksi saat ini sudah lebih mahal ketimbang dengan harga jual batu bara.

“Produksi batu bara sekarang lebih banyak kalori sedang dan kalori tinggi,” ujarnya Selasa kemarin.

Dari sekitar 997 perusahaan pemegang IUP yang berproduksi dan 55 PKP2B tahapan produksi, saat ini masih ada produsen batu bara pemegang PKP2B yang belum memiliki izin ekspor. “Dilihat dari data rekomendasi ET, ada 16 perusahaan PKP2B yang belum mengajukan permohonan, atau sengaja tidak berproduksi di tahun ini,” kata Sukhyar.

Catatan Kementerian ESDM menunjukkan, sejumlah PKP2B yang belum mengajukan rekomendasi ET tersebut sebagian besar merupakan perusahaan yang memiliki cadangan batu bara kalori rendah. Alhasil, pengusaha akan mempertimbangkan untuk menahan kegiatan produksi hingga harga batu bara kembali naik lagi.

Artikel Terkait

Antam Resourcindo–Tanjung Alam Jaya Tanam 1.000 Pohon dalam Gerakan Tobat Ekologis Nasional

Antam Resourcindo–Tanjung Alam Jaya Tanam 1.000 Pohon dalam Gerakan Tobat Ekologis Nasional

Jakarta, TAMBANG — PT Antam Resourcindo (RESOURCES ID) bersama PT Tanjung Alam Jaya (PT TAJ) berkolaborasi melaksanakan Gerakan Tobat Ekologis Nasional melalui program 1000 Pohon untuk Negeri yang diinisiasi oleh RESOURCES ID diwilayah konsesi PKP2B PT TAJ. Kegiatan ini merupakan wujud komitmen bersama dalam meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan serta mendorong

By Rian Wahyuddin
Bahlil Pastikan Pasokan BBM Aman, Pertamina Diminta Tambah Armada Perkuat Distribusi ke Daerah

Bahlil Pastikan Pasokan BBM Aman, Pertamina Diminta Tambah Armada Perkuat Distribusi ke Daerah

Jakarta, TAMBANG – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi (Menko Hiltrans) sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memastikan cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman. Pemerintah kini memusatkan perhatian pada perbaikan jalur distribusi ke berbagai daerah, termasuk Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera. Hal itu disampaikan

By Rian Wahyuddin
PAMA Perkuat Edukasi Gizi Keluarga untuk Dukung Tumbuh Kembang Balita di Jatinegara

PAMA Perkuat Edukasi Gizi Keluarga untuk Dukung Tumbuh Kembang Balita di Jatinegara

Jakarta, TAMBANG – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) terus berkomitmen mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Ibu Balita bertema “Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Status Gizi Masyarakat melalui Pendekatan Keluarga” di Kelurahan Jatinegara, Jakarta. Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Peak

By Rian Wahyuddin