Hampir Rampung, RUU EBT Tunggu Kajian TKDN dan Power Wheeling

PLN EBT
Ilustrasi

Jakarta, TAMBANG – Rancangan Undang-Undang (RUU) Energi Baru dan Terbarukan (EBT) ditargetkan rampung sebelum masa periode legislator berakhir.

“Kita targetkan selesai di periode ini. Kalaupun tidak selesai, sebelum masa jabatan anggota DPR 2019-2024 selesai, itu sudah diketok,” ungkap Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eddy Soeparno saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (13/6).

Eddy Soeparno menyebut, saat ini RUU EBT tinggal menunggu kajian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan soal Power Wheeling. Setelah kedua hal ini selesai dibahas, RUU EBT bisa segera disahkan.

“Tinggal dua isu lagi yang masih tersisa. TKDN sudah hampir selesai dan Power Wheeling. Kalau itu sudah selesai saya kira bisa langsung dibawa ke paripurna,” jelas Eddy.

Power Wheeling menjadi materi yang menyebabkan pengesahan RUU EBT molor beberapa kali. Bahkan sebelumnya Power Wheeling sudah dicabut pemerintah dari daftar inventarisasi masalah (DIM) pada awal tahun 2023. Pencabutan materi power wheeling diduga untuk memperlancar pengesahan RUU EBT.

Lantas apa itu Power Wheeling?

Power wheeling adalah istilah yang digunakan dalam dunia energi listrik untuk menggambarkan proses mengirim listrik dari satu lokasi ke lokasi lain melalui jaringan transmisi atau distribusi. Ini terjadi ketika produsen listrik atau pengguna besar ingin mentransfer listrik dari sumbernya ke tempat lain di mana listrik tersebut lebih dibutuhkan atau memiliki nilai yang lebih tinggi.

Proses ini melibatkan penggunaan jaringan transmisi yang ada untuk mentransportasi daya listrik tersebut ke titik tujuan. Power wheeling sering digunakan untuk mendukung ketersediaan energi di daerah yang membutuhkan atau untuk memanfaatkan perbedaan harga atau kondisi pasar di berbagai wilayah.

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Jakarta, TAMBANG – Sektor ketenagalistrikan Indonesia tengah memasuki fase transformasi yang penting. Peningkatan permintaan listrik, integrasi energi terbarukan, modernisasi jaringan, digitalisasi, serta meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri dan pusat data mendorong kebutuhan akan sistem ketenagalistrikan yang semakin andal, fleksibel, dan tangguh. Dalam konteks tersebut, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect

By Rian Wahyuddin
Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Jakarta, TAMBANG – Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), Gilarsi Wahju Setijono mengungkap sejumlah tantangan pengembangan komoditas logam tanah jarang (LTJ) di dalam negeri. Saat ini, Perminas sudah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) LTJ eksplorasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Mamuju, Sulawesi Barat. Kata Gilarsi, tantangan

By Rian Wahyuddin