Hampir Rampung, Komisi VII DPR Apresiasi Progres Smelter Tembaga PT Smelting

Hampir Rampung, Komisi VII DPR Apresiasi Progres Smelter Tembaga PT Smelting
Kunjungan Kerja Komisi VII DPR RI di area PT Smelting, Gresik, Jawa Timur, pada hari Rabu (5/4). Para anggota DPR meninjau kemajuan ekspansi PT Smelting sebagai salah satu realisasi komitmen PTFI dalam mendorong percepatan program hilirisasi produk tambang di Indonesia

Gresik, TAMBANG–Komisi VII DPR RI mengapresiasi pembangunan smelter PT Smelting yang hampir selesai. Sejauh ini pengembangan proyek mencapai 76 persen. PT Smelting merupakan pabrik peleburan tembaga milik PT Freeport Indonesia (PTFI).

“Progres ekspansi PT Smelting hingga kini cukup bagus. Sebenarnya kalau tanpa kemarin pandemi (smelter Freeport) saya pikir sudah siap. Kita melihat bahwa progres pembangunan smelter Freeport sudah cukup bagus,” ungkap Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Bambang Haryadi saat berkunjung ke area PT Smelting dan PTFI di Gresik, Rabu (5/4).

“Cuma kita tahu semua, pandemi yang menghantam dunia dua tahun terakhir sangat mengganggu” tambah Bambang.

Ia juga menambahkan bahwa Komisi VII akan berdiskusi dengan semua pembuat smelter, khususnya PT Freeport, PT Antam untuk bagaimana mencari solusi dari kejadian pandemi tersebut.

Dalam kunjungan kerja tersebut, para anggota DPR meninjau kemajuan ekspansi PT Smelting, sebagai fasilitas peleburan dan pengolahan konsentrat tembaga. Progres ekspansi PT Smelting oleh PTFI tersebut mencakup penambahan refinery cells (sel elektrolit untuk memurnikan konsentrat) serta peningkatan daya listrik menjadi 40,45 megawatt.

Melalui penambahan tersebut, kapasitas pengolahan konsentrat tembaga di PT Smelting akan bertambah dari 1 juta dry metric ton (dmt) menjadi 1,3 juta dmt per tahun. Sehingga, katoda tembaga yang dihasilkan dari proses pengolahan tersebut akan meningkat dari 300 ribu ton per tahun menjadi 350 ribu ton per tahun.

PTFI menargetkan ekspansi yang konstruksinya telah dimulai sejak 2022 ini akan rampung pada November 2023 kemudian dilanjutkan dengan peningkatan kapasitas pengolahan sampai akhir Desember 2023, sehingga pada awal tahun 2024, PT Smelting akan mampu beroperasi dengan kapasitas baru.

Dengan nilai investasi sebesar 250 juta dolar AS atau setara dengan Rp 3,2 triliun, PTFI sekaligus meningkatkan kepemilikan sahamnya terhadap PT Smelting dari 39,5 persen menjadi 65 persen. Sementara, PT Mitsubishi Material Corporation akan memegang 35 persen kepemilikan saham PT Smelting.

“Aksi korporasi berupa peningkatan kapasitas pengolahan PT Smelting ini sejalan dengan semangat pemerintah Indonesia untuk terus mengembangkan industri hilir dalam negeri. Dukungan ini, yang juga diikuti dengan terciptanya nilai tambah melalui peningkatan nilai investasi perusahaan serta penyerapan tenaga kerja, adalah bagian dari upaya kami untuk terus berkontribusi bagi kemajuan negara di mana pun kami beroperasi,” ujar Presiden Direktur PTFI Tony Wenas pada kesempatan yang sama.

Selain tengah menyelesaikan ekspansi PT Smelting, PTFI juga tengah menyelesaikan smelter keduanya di Kawasan Ekonomi Khusus Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Manyar, Gresik, yang telah rampung 56,5 persen.

Smelter kedua milik PTFI yang akan rampung pada Desember 2023 ini akan memiliki kapasitas pengolahan hingga 1,7 juta dmt konsentrat tembaga, menghasilkan 550,000 ton katoda tembaga per tahun. Dengan demikian, melalui pengoperasian dua smelter ini, PTFI akan mampu memurnikan hingga 3 juta dmt konsentrat tembaga per tahun dan memenuhi mandat Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) terkait pembangunan smelter.

“Pada akhirnya, pengoperasian kedua smelter ini akan memungkinkan PTFI untuk memurnikan seluruh konsentrat tembaga di dalam negeri, sekaligus semakin mempertegas posisi Indonesia sebagai produsen tembaga berkelas dunia. Indonesia tidak hanya akan semakin dikenal sebagai salah satu negara penghasil tembaga terbesar di dunia, tetapi juga secara kualitatif, sebagai industri tembaga yang terintegrasi dari hulu ke hilir,” tutup Tony.

Artikel Terkait

Meningkat 46 %, ANTAM Catatkan Laba Bersih Rp9,66 Triliun hingga September 2026

Meningkat 46 %, ANTAM Catatkan Laba Bersih Rp9,66 Triliun hingga September 2026

Jakarta, TAMBANG – PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) mencatatkan kinerja keuangan positif sepanjang Januari–September 2026. Emiten pertambangan berkode saham ANTM ini membukukan laba bersih sebesar Rp9,66 triliun, meningkat 46% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,61 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh optimalisasi kinerja operasional, penguatan strategi pemasaran,

By Rian Wahyuddin
KPR Silika Jalani Penilaian Dokumen Lingkungan, Perkuat Komitmen Pengelolaan Dampak Tambang di Bombana

KPR Silika Jalani Penilaian Dokumen Lingkungan, Perkuat Komitmen Pengelolaan Dampak Tambang di Bombana

Jakarta, TAMBANG - PT Kasmar Poleang Raya (KPR Silika) menjalani penilaian dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) serta Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RKL-RPL) untuk rencana kegiatan pertambangan pasir silika beserta fasilitas penunjangnya di Kecamatan Poleang Selatan dan Poleang Utara, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Penilaian yang

By Rian Wahyuddin