Guna Lebih Aman Dalam Operasional, PT Timah,Tbk Modifikasi Alat Penambangan

Guna Lebih Aman Dalam Operasional, PT Timah,Tbk Modifikasi Alat Penambangan

Jakarta,TAMBANG, PT Timah,Tbk (TINS) berkomitmen menempatkan aspek keselamatan kerja menjadi prioritas utama dalam melaksanakan proses bisnis. Untuk mewujudkan hal itu, PT Timah terus berinovasi menghadirkan alat penambangan dengan tingkat keamanan yang tinggi.

Seperti inovasi pada Ponton Isap Produksi (PIP) yang dimodifikasi untuk meningkatkan aspek keselamatan dalam proses penambangan. Modifikasi ini untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman bagi para pekerja tambang. Divisi Engineering and Operation Excellent PT Timah,Tbk telah memodifikasi Ponton Isap Produksi (PIP) dengan melakukan perubahan pada beberapa peralatan dan sistem kerja yang dilakukan secara mekanik hidrolik.

Dikesempatan ini, Sekretaris PT Timah Rendi Kurniawan menjelaskan, jika sebelumnya PIP dioperasikan dengan sistem manual, dengan dimodifikasi pengoperasian PIP menggunakan sistem mekanik hidrolik sehingga bisa mengurangi risiko kecelakaan. “Modifikasi PIP ini diharapkan lebih safety, efisien dan juga lebih ramah terhadap lingkungan,” ujar Rendi.

PIP ini dihadirkan untuk memudahkan melakukan penambangan di areal 2 mil ke atas, sehingga nantinya cadangan timah di areal itu bisa dimaksimalkan.

Dengan penerapan inovasi ini, perusahaan tidak hanya melindungi keselamatan pekerja tetapi juga meningkatkan produktivitas. Pengurangan waktu henti akibat insiden dan optimalisasi kinerja alat berkontribusi pada peningkatan hasil produksi secara keseluruhan. “Inisiatif ini merupakan bentuk komitmen PT Timah dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan berkelanjutan,” tutup Rendi.

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Jakarta, TAMBANG – Sektor ketenagalistrikan Indonesia tengah memasuki fase transformasi yang penting. Peningkatan permintaan listrik, integrasi energi terbarukan, modernisasi jaringan, digitalisasi, serta meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri dan pusat data mendorong kebutuhan akan sistem ketenagalistrikan yang semakin andal, fleksibel, dan tangguh. Dalam konteks tersebut, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect

By Rian Wahyuddin
Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Jakarta, TAMBANG – Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), Gilarsi Wahju Setijono mengungkap sejumlah tantangan pengembangan komoditas logam tanah jarang (LTJ) di dalam negeri. Saat ini, Perminas sudah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) LTJ eksplorasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Mamuju, Sulawesi Barat. Kata Gilarsi, tantangan

By Rian Wahyuddin