Gelar Temu Tahunan Jasa Pertambangan 2024, ASPINDO Tekankan Sinergi dan Dorong Usaha yang Berkelanjutan 

ASPINDO

Badung, TAMBANGAsosiasi Jasa Pertambangan Indonesia (ASPINDO) bersama Majalah TAMBANG kembali menyelenggarakan Temu Tahunan Jasa Pertambangan (TTJP) 2024 di Kuta, Badung. TTJP kedua ini dilaksanakan selama dua hari, Jumat-Sabtu (1-2/3).

Ketua Umum ASPINDO, Frans Kesuma menyampaikan TTJP merupakan salah satu upaya untuk merumuskan dan mendiskusikan isu-isu terkini. Termasuk menjadi ajang untuk berbagi informasi dan mencari solusi atas tantangan yang dihadapi di industri jasa pertambangan.

“Tujuan temu tahunan ini tentunya untuk menjadi satu wahana di mana pelaku industri jasa pertambangan dapat bahu-membahu mengidentifikasi solusi terbaik dan berbagi praktik-praktik yang terbaik,” ucap Frans dalam sambutannya, Jumat (1/3).

Lebih lanjut, Frans menyebut TTJP juga menjadi momentum untuk menegaskan komitmen usaha jasa supaya saling bersinergi demi membangun praktik pertambangan yang berkelanjutan. Ini sesuai dengan tema yang diangkat yaitu Sinergi Menuju Industri Pertambangan Berkelanjutan.

“ASPINDO bekerja sama dengan Majalah TAMBANG menyelenggarakan Temu Tahunan Jasa Pertambangan 2024 yang mengangkat tema Sinergi Menuju Industri Pertambangan Berkelanjutan,” imbuh Frans.

Seiring dengan kompleksitas dan dinamika yang melekat dalam industri pertambangan, imbuh dia, kebutuhan pertukaran informasi, kolaborasi dan inovasi menjadi suatu keniscayaan. Katanya hal tersebut tentu membutuhkan suatu platform yang mutakhir.

“Ini membutuhkan suatu platform yang memungkinkan para pemangku kepentingan untuk bersatu berbagi pengetahuan dan menghadapi tantangan,” bebernya.

“Perkembangan teknologi dan inovasi dalam industri pertambangan terus berlangsung dengan sangat cepat. Dari penggunaan teknologi digital hingga penggunaan solusi berbasis kecerdasan buatan untuk memperkecil risiko,” pungkasnya.

Sementara, Direktur Utama Majalah TAMBANG, Atep A Rofiq menyebut industri pertambangan sedang mengalami tantangan serius dari dunia internasional terutama soal ESG dan efek pemanasan global.

“Industri pertambangan sedang menghadapi tantangan yang serius terutama dari dunia global yaitu mengenai sisi operasional karena didorong isu pemanasan global dan dampak lingkungan,” ucap Atep.

Karena itu, lanjutnya, pelaku usaha dituntut untuk mengambil tindakan nyata agar menciptakan perubahan yang berkelanjutan.

“Tentu aspek keberlanjutan ini mesti diposisikan sebagai dasar bisnis sehingga perusahaan dapat memberikan kontribusi secara kolektif tidak parsial,” jelasnya.

Soal Environmental, Social and Governance (ESG), Atep mendorong semua perusahaan untuk menerapkan praktik pertambangan yang baik agar tidak menemukan kendala pendanaan dari calon investor. Salah satu contohnya adalah dengan melaksanakan program dekarbonisasi, mengurangi limbah dan menjalankan bisnis secara bertanggung jawab.

“Tentu soal ESG ini juga menjadi perhatian investor global untuk memberikan pendanaan di negara-negara seperti kita. Perusahaan juga dituntut untuk bagaimana mencapai dekarbonisasi, mengurangi limbah meningkatkan kualitas dan menjalankan bisnis yang bertanggung jawab,” ungkap dia.

Sebagai informasi, TTJP 2024 diselenggarakan di The Anvaya Beach Resort Bali, Badung. Rangkaian acara terdiri dari Fun Bike, Conference, Gala Dinner dan ditutup dengan Fun Golf pada hari kedua.

Peserta Temu Tahunan Jasa Pertambangan (TTJP) 2024 setelah melaksanakan fun bike, Jumat pagi (1/3). Dok: Rian

Artikel Terkait

Pakar Tambang; Sektor Pertambangan Sepanjang 2026 Akan Alami Tekanan, Pemulihan Baru Terlihat Akhir Tahun

Pakar Tambang; Sektor Pertambangan Sepanjang 2026 Akan Alami Tekanan, Pemulihan Baru Terlihat Akhir Tahun

Jakarta,TAMBANG,- Sektor pertambangan Indonesia diperkirakan masih akan mengalami dinamika. Secara keseluruhan tahun 2026 sektor ini akan mengalami tekanan baik dari internal yakni dalam negeri maupun situasi gobal. Tenaga Ahli Profesional Kekayaan Alam, Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) menjelaskan sektor tambang akan mengalami koreksi di paruh pertama tahun ini. Kemudian

By Egenius Soda
Hadir di IEE Balikpapan 2026, PT Prasetia Dwidharma Perkenalkan Produk Aditif IMAGINA

Hadir di IEE Balikpapan 2026, PT Prasetia Dwidharma Perkenalkan Produk Aditif IMAGINA

Jakarta,TAMBANG,- Industri pertambangan, energi, konstruksi, hingga migas sedang menghadapi sejumlah tantangan operasional. Di tengah kebutuhan produksi yang tinggi, perusahaan juga dituntut untuk menjaga efisiensi, mengurangi downtime, dan memastikan alat berat tetap bekerja secara optimal. Salah satu faktor yang sering luput diperhatikan adalah kualitas bahan bakar. Dalam penggunaan mesin

By Egenius Soda