Gagal Selamatkan Perusahaan, Direksi PT Timah DIminta Mundur

Gagal Selamatkan Perusahaan, Direksi PT Timah DIminta Mundur
Jakarta-TAMBANG. Dianggap tidak mampu menyelamatkan perusahaan dari krisis, Ikatan Karyawan Timah (IKT) mendesak Direksi PT Timah (Persero) mundur.   Melambungnya utang PT Timah hingga Rp 2,3 triliun dan meningkatnya kerugian operasi Rp 59 miliar. Telah mendorong karyawan Timah yang tergabung dalam IKT menuntut Direksi untuk mengambil langkah penyelamatan nyata.   Pasalnya, hingga saat ini karyawan Timah tidak pernah melihat upaya penyelamatan yang dilakukan Direksi. “Selama ini malah terkesan seperti melakukan pelemahan PT Timah dari dalam,” cetusnya.   Menurut Ali, langkah Direksi untuk melibatkan pihak ketiga dalam menjalankan kegiatan usaha PT Timah bukanlah solusi yang tepat. Pasalnya, biaya operasi perusahaan malah mengalami peningkatan.   Jika Direksi tidak mampu menyelamatkan PT Timah dari kondisi kritis, lanjut Ali, ada baiknya Direksi mengundurkan diri. “Kami tidak mau perusahaan hancur dan hidup dalam jeratan utang,” katanya.   Ali mengingatkan, jika Direksi tidak dapat menyelamatkan perusahaan dan tidak mau mundur dari jabatannya, IKT akan melakukan aksi unjuk rasa yang lebih besar lagi.

Artikel Terkait

PERHAPI, IAGI dan PERMINAS Sepakat Mulai Garap Data Mineral Tanah Jarang Indonesia

PERHAPI, IAGI dan PERMINAS Sepakat Mulai Garap Data Mineral Tanah Jarang Indonesia

Jakarta,TAMBANG,- Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) dan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) baru-baru ini menandatangani kesepakatan dengan PT Perusahaan Mineral Nasional (PERMINAS). Ketiga pihak ini sepakat untuk melakukan validasi, estimasi dan pelaporan sumber daya dan cadangan logam tanah jarang di Indonesia. Kegiatan penandatanganan nota kesepakatan ini dilaksanakan di

By Egenius Soda