PERHAPI, IAGI dan PERMINAS Sepakat Mulai Garap Data Mineral Tanah Jarang Indonesia

PERHAPI, IAGI dan PERMINAS Sepakat Mulai Garap Data Mineral Tanah Jarang Indonesia
PERHAPI, IAGI dan PT PERMINAS Sepakat mulai lakukan Validasi data logam tanah jarang Indonesia

Jakarta,TAMBANG,- Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) dan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) baru-baru ini menandatangani kesepakatan dengan PT Perusahaan Mineral Nasional (PERMINAS). Ketiga pihak ini sepakat untuk melakukan validasi, estimasi dan pelaporan sumber daya dan cadangan logam tanah jarang di Indonesia.

Kegiatan penandatanganan nota kesepakatan ini dilaksanakan di kantor PT PERMINAS dan dilakukan langsung oleh Presiden Direktur PT PERMINAS, Gilarsi Wahyu Setijono; Ketua Umum IAGI, STJ Budi Santos; dan Ketua umum PERHAPI, Sudirman Widhy Hartono.

Ketua Umum PERHAPI Sudirman Widhy Hartono menjelaskan dalam nota kesepakatan ini, PERHAPI bersama IAGI akan membantu pihak PERMINAS dalam melakukan pengumpulan/kompilasi, validasi, dan integrasi atas data sumber daya dan cadangan Logam Tanah Jarang. Data yang akan diolah berasal dari sumber primer maupun sekunder di dalam wilayah prospektif yang diidentifikasi.

“Data yang dimaksud meliputi  data geologi, geokimia, geofisika, pengeboran, sampling, hasil uji laboratorium, data historis eksplorasi, serta informasi teknis lain yang relevan,”terang Widhy.

Dari hasil tersebut kedua lembaga ini akan membantu PERMINAS dalam  melakukan penyusunan laporan estimasi sumber daya dan cadangan Logam Tanah Jarang.

“Penyusunan laporan estimasi sumber daya dan/atau cadangan Logam Tanah Jarang tersebut akan dilakukan oleh CPI sesuai dengan standar dan pedoman yang berlaku di Indonesia. Termasuk standar KCMI Code serta memperhatikan kaidah pelaporan yang berlaku secara profesional dan dapat dipertanggungjawabkan,”lanjut Widhy.

Ia juga menyebutkan bahwa kesepakatan ini merupakan tahapan penting dalam pengembangan logam tanah jarang di Indonesia. “Diharapkan dalam waktu sesegera mungkin negara kita sudah memiliki data-data mengenai sumberdaya dan cadangan mineral Logam Tanah Jarang untuk dapat dikembangkan lebih lanjut,”tandasnya.

Untuk diketahui, PT PERMINAS didirikan BPI Danantara pada 25 November 2025 atas arahan Presiden Prabowo Subianto. Perusahaan ini didirikan dengan fokus utamanya untuk mengelola mineral strategis dan kritis, terutama Logam Tanah Jarang (LTJ) secara terintegrasi dari hulu ke hilir demi memperkuat industri dalam negeri.

Perusahaan ini juga akan menguasai hulu hingga hilir dengan melakukan eksplorasi, penambangan, hingga pemrosesan logam tanah jarang serta industri turunan berupa logam dasar dan pengolahan limbah.

Selain itu, PERMINAS juga akan mengelola tambang penugasan yakni melaksanakan tugas khusus dari pemerintah, termasuk kemungkinan mengelola tambang negara. Perusahaan ini juga dibentuk dengan tujuan meningkatkan kapabilitas teknologi dalam negeri agar mampu bersaing sebagai produsen mineral strategis global.

Salah satu yang terus didorong Pemerintah saat ini adalah pengembangan logam tanah jarang. Langkah ini bisa dimulai dengan mengidentifikasi sumber daya dan cadangan. Dari sana baru bisa menyusun rencana pengembangannya.

Artikel Terkait

PT TIMAH Buka Suara soal Demo di Belitung Timur, Minta Kondusivitas Tetap Terjaga

PT TIMAH Buka Suara soal Demo di Belitung Timur, Minta Kondusivitas Tetap Terjaga

Jakarta, TAMBANG – PT TIMAH Tbk buka suara terkait aksi demonstrasi warga di depan kantor perusahaan di Kabupaten Belitung Timur yang berujung bentrokan. Perseroan menyatakan menghormati aspirasi masyarakat dan berharap situasi tetap kondusif. Corporate Secretary PT TIMAH (Persero) Tbk, Ruddy Nursalam, menyampaikan bahwa perusahaan memahami aktivitas pertambangan timah memiliki keterkaitan yang

By Rian Wahyuddin
Demo Penambang Timah di Belitung Berujung Bentrok, Bambang Patijaya Dorong Perpres Segera Terbit

Demo Penambang Timah di Belitung Berujung Bentrok, Bambang Patijaya Dorong Perpres Segera Terbit

Jakarta, TAMBANG - Aksi demonstrasi masyarakat penambang di Kantor PT TIMAH di Kabupaten Belitung Timur menjadi sorotan. Di tengah meningkatnya tuntutan agar pembelian bijih timah masyarakat kembali dibuka, Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya meminta seluruh pihak menahan diri dan menjaga kondusivitas, sembari memastikan pemerintah tengah mempercepat penerbitan Peraturan Presiden

By Rian Wahyuddin
Survei Kepuasan Stakeholder Meningkat, Pertamina NRE Perkuat Komitmen Wujudkan Transisi Energi Berkelanjutan

Survei Kepuasan Stakeholder Meningkat, Pertamina NRE Perkuat Komitmen Wujudkan Transisi Energi Berkelanjutan

Jakarta,TAMBANG,- Di tengah semakin besarnya peran energi baru dan terbarukan dalam mewujudkan ketahanan energi nasional, membangun teknologi dan infrastruktur saja tidak cukup. Bagi Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE), kepercayaan dari para pemangku kepentingan menjadi modal yang sama pentingnya untuk memastikan setiap langkah transformasi berjalan dengan baik. Kepercayaan

By Egenius Soda
Dukung IMERC 2026, MSA Indonesia Perkuat Kolaborasi Keselamatan di Industri Pertambangan

Dukung IMERC 2026, MSA Indonesia Perkuat Kolaborasi Keselamatan di Industri Pertambangan

Jakarta,TAMBANG,- Upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat di industri pertambangan terus mendapat perhatian. Hal ini tercermin dalam penyelenggaraan Indonesia Mining Emergency Response Community (IMERC) 2026 yang mempertemukan 24 Emergency Response Team (ERT) dari berbagai perusahaan pertambangan dan industri di Indonesia serta Australia. Jumlah tersebut menjadi salah satu yang terbesar

By Egenius Soda