FTTM ITB Kembangkan Dust Explosion Chamber, Perkuat Riset Keselamatan Tambang Bawah Tanah

Upaya meningkatkan standar keselamatan tambang bawah tanah di Indonesia mendapat dukungan baru dari dunia akademik. Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil mengembangkan Dust Explosion Chamber

FTTM ITB Kembangkan Dust Explosion Chamber, Perkuat Riset Keselamatan Tambang Bawah Tanah

Bandung, TAMBANG – Upaya meningkatkan standar keselamatan tambang bawah tanah di Indonesia mendapat dukungan baru dari dunia akademik. Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil mengembangkan Dust Explosion Chamber, fasilitas pengujian yang dirancang untuk mempelajari karakteristik ledakan debu (dust explosibility) pada lingkungan kerja berisiko tinggi, termasuk tambang bawah tanah.

Keberadaan fasilitas ini menjadi penting mengingat ledakan debu (dust explosion) merupakan salah satu potensi bahaya paling serius dalam operasi tambang bawah tanah. Ketika partikel debu halus yang mudah terbakar terdispersi di udara pada konsentrasi tertentu dan terpapar sumber penyulut (ignition source), reaksi pembakaran dapat berlangsung sangat cepat dan menghasilkan gelombang tekanan yang berpotensi menimbulkan kerusakan besar.

Dalam industri pertambangan bawah tanah, risiko tersebut umumnya dikaitkan dengan keberadaan debu batubara, gas metana, maupun partikel-partikel halus hasil kegiatan pengeboran, peledakan, penggalian, dan pengangkutan material.

Dust Explosion Chamber yang dikembangkan FTTM ITB memungkinkan peneliti melakukan simulasi dan pengujian perilaku debu dalam kondisi laboratorium yang terkendali. Melalui fasilitas ini, berbagai parameter penting dapat dianalisis, mulai dari karakteristik penyalaan (ignition characteristics), laju propagasi api (flame propagation), hingga tekanan ledakan yang dihasilkan oleh suatu material partikulat.

Data hasil pengujian tersebut dapat digunakan untuk mengevaluasi tingkat bahaya suatu material serta menyusun strategi mitigasi yang lebih efektif dalam sistem manajemen keselamatan tambang.

Mendukung Kajian Risiko Ledakan Debu

Pengembangan Dust Explosion Chamber juga membuka peluang bagi riset yang lebih mendalam mengenai fenomena ledakan debu yang selama ini masih relatif terbatas di Indonesia.

Melalui fasilitas ini, para peneliti dapat mempelajari hubungan antara ukuran partikel, konsentrasi debu, turbulensi, dan energi penyulutan terhadap tingkat keparahan ledakan. Hasil penelitian tersebut sangat penting dalam penyusunan prosedur pengendalian bahaya di area operasi bawah tanah.

Dalam praktik pertambangan modern, pengendalian risiko ledakan debu umumnya dilakukan melalui kombinasi sistem ventilasi, pengendalian sumber penyulut, housekeeping untuk mencegah akumulasi debu, serta pemantauan kondisi lingkungan kerja secara berkala.

Keberadaan fasilitas pengujian domestik memungkinkan berbagai strategi pengendalian tersebut dikembangkan berdasarkan karakteristik material yang benar-benar digunakan di Indonesia, sehingga hasilnya menjadi lebih relevan dibandingkan hanya mengandalkan data dari luar negeri.

Perkuat Kapabilitas Riset Nasional

Selain mendukung sektor pertambangan, Dust Explosion Chamber berpotensi dimanfaatkan oleh berbagai industri lain yang memiliki risiko serupa, seperti pengolahan batubara, biomassa, pangan, semen, hingga industri kimia yang menghasilkan debu mudah terbakar.

Fasilitas ini sekaligus memperkuat kapasitas riset nasional di bidang keselamatan proses (process safety) dan keselamatan pertambangan. Kehadirannya diharapkan dapat menjadi sarana kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan regulator dalam mengembangkan standar keselamatan berbasis penelitian ilmiah.

Di tengah meningkatnya aktivitas tambang bawah tanah dan tuntutan penerapan kaidah pertambangan yang baik (good mining practice), inovasi seperti Dust Explosion Chamber menunjukkan bahwa pengembangan teknologi keselamatan tidak hanya bergantung pada adopsi teknologi luar negeri, tetapi juga dapat lahir dari kemampuan riset dan rekayasa anak bangsa.

Dengan memahami karakteristik ledakan debu secara lebih akurat, industri memiliki landasan yang lebih kuat untuk mencegah kecelakaan, melindungi pekerja, dan memastikan keberlanjutan operasi pertambangan di masa depan.

Artikel Terkait

KPP MINING Raih Penghargaan Internasional Berkat Transformasi Digital Berbasis Change Management

KPP MINING Raih Penghargaan Internasional Berkat Transformasi Digital Berbasis Change Management

London, TAMBANG – PT Kalimantan Prima Persada (KPP MINING) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Perusahaan jasa pertambangan ini meraih penghargaan Bronze dalam ajang AMEC Global Communication Effectiveness Awards 2026 melalui penerapan komunikasi strategis dalam mendukung transformasi digital perusahaan. Penghargaan tersebut diberikan pada kategori Best Use of Measurement for Internal Communications

By Rian Wahyuddin
Jurnalis Majalah TAMBANG Raih Penghargaan Minerba Educreative Competition 2026 Kategori Lomba Jurnalistik

Jurnalis Majalah TAMBANG Raih Penghargaan Minerba Educreative Competition 2026 Kategori Lomba Jurnalistik

Jakarta, TAMBANG – Jurnalis Majalah TAMBANG, Rian Wahyudin, meraih penghargaan dalam ajang Apresiasi Minerba 2026 pada kategori Lomba Karya Jurnalistik untuk Wartawan. Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara sebagai bentuk apresiasi terhadap karya jurnalistik yang mengangkat subsektor mineral dan batu

By Fahmi Adam
Tegaskan Komitmen Kepatuhan, PTBA Raih Penghargaan PNBP dari Kementerian ESDM dalam Minerba Convex 2026

Tegaskan Komitmen Kepatuhan, PTBA Raih Penghargaan PNBP dari Kementerian ESDM dalam Minerba Convex 2026

Jakarta, TAMBANG — PT Bukit Asam (Persero) Tbk atau PTBA kembali menunjukkan capaian positif atas komitmennya terhadap kepatuhan pelaksanaan peraturan negara. Capaian ini diraih melalui penghargaan pada kategori Kepatuhan Pembayaran PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) Pemanfaatan Sumber Daya Alam yang diselenggarakan oleh Kementerian ESDM dalam acara Mineral & Batubara Convention - Expo

By Rian Wahyuddin
Minerba Convex 2026 Ditutup, Ditjen Minerba Apresiasi Kinerja Badan Usaha dan Umumkan Pemenang Educreative Competition

Minerba Convex 2026 Ditutup, Ditjen Minerba Apresiasi Kinerja Badan Usaha dan Umumkan Pemenang Educreative Competition

Jakarta, TAMBANG – Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan 42 Apresiasi Minerba 2026 kepada badan usaha pertambangan serta insan ESDM yang berkontribusi dalam pengelolaan pertambangan dan penanganan bencana. Penghargaan tersebut disampaikan pada penutupan Minerba Convex 2026 di JIExpo, Jakarta, Selasa (3/11)

By Rian Wahyuddin