Fokus pada Keselamatan dan Distribusi, PT Pelayaran Bahtera Adhiguna Upgrade Sistem Navigasi Kapal Miliknya

Fokus pada Keselamatan dan Distribusi, PT Pelayaran Bahtera Adhiguna Upgrade Sistem Navigasi Kapal Miliknya
Istimewa.

Jakarta, TAMBANG — PT Pelayaran Bahtera Adhiguna (PT BAg) menyelenggarakan NAVTOR Software Training bagi perwira navigasi dari 12 kapal milik. Kegiatan yang dilaksanakan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan kompetensi kru serta memastikan sistem navigasi kapal selalu akurat, mutakhir, dan siap digunakan.

Hadir dalam pelatihan ini sebagai trainer dari NAVTOR, Wai Yeen Khung, yang memberikan materi meliputi NavSync Online & Offline , NavTracker , pembaruan e-Nautical Publications (e-NP) dan Admiralty Digital Publications (ADP) menggunakan NavStick , serta Whitherby Connect Offline Reader . Pelatihan tersebut memperkaya pemahaman peserta mengenai pemantauan posisi kapal, kondisi perairan, pengelolaan rute, hingga pembaruan peta navigasi elektronik.

Capt Sunindya, Designated Person Ashore (DPA) PT BAg sekaligus narasumber, menjelaskan bahwa familiarisasi perlu dilakukan secara berkala, terutama untuk memastikan setiap kru memiliki pemahaman dan keterampilan yang memadai dalam mengoperasikan perangkat navigasi di atas kapal.

“Pembaruan peta navigasi dilakukan setiap minggu agar informasi mengenai buoy (pelampung navigasi), rig (anjungan pengeboran), dan perubahan kondisi pelayaran selalu mutakhir. Melalui pelatihan ini, kru diharapkan memahami proses pembaruan serta dapat menggunakan sistem secara tepat sehingga pelayaran berlangsung aman,” ujar Capt Sunindya dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (17/7).

Peningkatan kompetensi kru menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung keselamatan pelayaran dan menjaga keandalan operasional armada. Komitmen tersebut turut ditegaskan oleh Direktur Operasi PT BAg, Idaman.

“Pembaruan pengetahuan dan peningkatan kompetensi kru secara berkelanjutan merupakan bagian penting dalam menjaga keandalan operasional armada. Dengan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, perusahaan dapat menghadirkan operasional pelayaran yang aman, andal, efisien dan berkelanjutan,” ujar Idaman.

Pelatihan ini menegaskan komitmen PT BAg dalam membangun operasi pelayaran yang andal dan berkelanjutan melalui penguatan kompetensi kru. Dengan penguasaan teknologi navigasi yang terus diperbarui, setiap kru diharapkan mampu menjaga keselamatan pelayaran, meningkatkan ketepatan operasional, serta mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan di tengah perkembangan industri maritim.

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin