Flare Gas, Bisnis Baru Elnusa

Jakarta – TAMBANG. PT Elnusa Tbk (IDX:ELSA) menjajaki peluang bisnis baru diantaranya pengembangan bisnis monetisasi flare gas atau gas suar bakar. Untuk tahap awal, dari 4 titik yang direncanakan, ELSA akan melakukan percobaan pada satu titik sebesar 10 mmcfd yang bisa dijadikan listrik sebesar 75kw, dengan investasi total Rp30 miliar.   “Minggu-minggu ini kami sudah commisioning proyek pertama kami untuk flare gas.” ujar Direktur Operasional ELSA, Bambang Kardono disela-sela Public Expose jum’at (25/11).   Elnusa mengoperatori pengeboran minyak milik PT Pertamina di wilayah Sumatera Selatan dan Jambi. Ada 330 titik flare gas yang akan diubah menjadi listrik oleh perseroan. Sebagai perusahaan jasa di bidang energi, hal ini menjadi salah satu solusi menanggulangi dampak pencemaran lingkungan akibat pengeboran minyak.   Elnusa memproses flare gas menjadi listrik menggunakan gas engine generator set berbahan bakar flare gas. Bahkan perseroan telah mendapatkan dorongan dari SKK Migas untuk terus mengembangkan hal ini dengan teknologi yang ada. “Selain listrik bisa diubah jadi LNG.” jelasnya lagi.   Pengembangan bisnis baru ELSA ini dikatakan Bambang sejalan dengan program pemerintah Indonesia untuk menurunkan gas emisi dan program Zero Flaring Pertamina serta menjawab tantangan efisiensi biaya produksi migas. Selain itu, bisnis baru perseroan ini juga sejalan dengan program 35 GW pemerintah.  

Artikel Terkait

Terkait Rencana Kenaikan Royalti, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kepastian Hukum Di Sektor Minerba

Terkait Rencana Kenaikan Royalti, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kepastian Hukum Di Sektor Minerba

Jakarta,TAMBANG,- Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali mengusulkan penyesuaian tarif royalti. Rencana ini menyasar sejumlah komoditas mineral strategis seperti emas, tembaga, timah, hingga nikel beserta produk hilirisasinya. “Kebijakan ini pada dasarnya dapat dipahami sebagai upaya negara meningkatkan penerimaan di tengah dinamika harga komoditas global.

By Egenius Soda
IMA: Demi Menjaga Iklim Investasi Perlu Ada Kestabilan Kewajiban Keuangan

IMA: Demi Menjaga Iklim Investasi Perlu Ada Kestabilan Kewajiban Keuangan

Jakarta,TAMBANG,- Dalam beberapa waktu terakhir dunia pertambangan ramai membincangkan rencana penerapan skema Product Sharing Cost (PSC). Terkait hal ini Indonesian Mining Association (API-IMA) menyampaikan pendapatnya. IMA mengingatkan industri pertambangan mineral dan batubara (minerba) memiliki karakteristik usaha yang sangat berbeda dibandingkan industri minyak dan gas bumi (migas). Industri minerba

By Egenius Soda