FID Lapangan Duyung Resmi Disetujui, PLN EPI Amankan Pasokan 111 MMSCFD

FID Lapangan Duyung Resmi Disetujui, PLN EPI Amankan Pasokan 111 MMSCFD

Jakarta,TAMBANG, PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memastikan pasokan gas sebesar 111 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) selama 10 tahun dari Lapangan Gas Mako di Wilayah Kerja (WK) Duyung, setelah proyek tersebut resmi mencapai Final Investment Decision (FID). Kepastian ini menjadi langkah strategis PLN EPI dalam memperkuat suplai energi primer untuk kebutuhan pembangkit khususnya di Batam.

Lapangan Mako yang dioperatori West Natuna Exploration Limited (WNEL) berlokasi di lepas pantai Natuna, Kepulauan Riau, dengan kedalaman laut sekitar 80 meter. FID diumumkan di kantor Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Hadir dalam kegiatan ini, Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Laode Sulaiman, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, Chairman Conrad Asia Energy Ltd, Peter Botten dan CEO Conrad Asia Energy Ltd Miltiadis Xynogalas sebagai operator WK Duyung.

Kemudian ada juga Presiden Direktur PT Nations Natuna Barat, Hashim Djojohadikusumo sebagai partner WK Duyung, Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto dan Direktur Gas dan BBM PLN EPI, Erma Melina Sarahwati sebagai pembeli gas, pengembang dan operator pipa WNTS-Pemping serta Direktur Utama PT BNI, Putrama Wahju Setyawan.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyatakan bahwa persetujuan FID ini menjadi tonggak penting bagi peningkatan produksi gas nasional.

”Persetujuan FID ini menjadi tonggak penting yang menegaskan kesiapan proyek untuk memasuki tahap konstruksi dan eksekusi penuh dalam upaya peningkatan lifting gas nasional," ujar Djoko

“Ini adalah langkah konkret untuk mendorong produksi gas dan memastikan pemanfaatan sumber daya Natuna bagi kebutuhan dalam negeri. Proyek ini telah melalui proses panjang sejak ditandatanganinya PSC 2007, Discovery Gas tahun 2017, Plan Of Development (POD) tahun 2019, Revisi POD tahun 2022, Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) tahun 2025, dan FID tahun 2026, sehingga diharapkan dapat mulai produksi tahun 2027,” ujar Djoko.

Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto menyambut baik FID lapangan Mako yang akan memastikan pasokan gas sesuai PJBG yang ditandatangani antara PLN EPI dan WNEL pada 11 July 2025 yang lalu. PJBG ini merupakan satu kesatuan dengan penugasan Menteri ESDM kepada PLN melalui PLN EPI untuk membangun dan mengoperasikan pipa WNTS-Pemping.

“Dengan tercapainya FID ini, target tata waktu pasokan gas dalam Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dapat terpenuhi untuk memastikan pasokan gas bagi kelistrikan khususnya di wilayah Batam dan Sumatra Bagian Tengah. Kebutuhan listrik di wilayah ini tumbuh 12-15%/tahun dan pemenuhannya didominasi oleh Pembangkit Gas. Dengan penurunan pasokan gas dari onshore Sumatra, pasokan dari wilayah Natuna sangat dibutuhkan untuk mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Rakhmad

“Dalam rangka menjamin security of supply energi primer untuk kelistrikan di wilayah Batam dan Sumatra Bagian Tengah, PLN EPI selain telah menandatangani PJBG dengan WK Duyung saat ini juga sedang membangun pipa WNTS-Pemping untuk memungkinkan pengaliran gas dari wilayah Natuna. Dengan adanya pipa WNTS-Pemping, pasokan gas dari WK Duyung ini akan menjadi awal dari pasokan gas lainnya dari wilayah Natuna,” tambah Rakhmad.

Sementara itu, Direktur Gas dan BBM PLN EPI Erma Melina Sarahwati menjelaskan menjelaskan bahwa pembangunan pipa WNTS–Pemping, yang telah dilakukan groundbreaking pada 10 Februari 2026, saat ini terus berjalan sesuai rencana.

“Pembangunan pipa WNTS–Pemping saat ini terus berprogres dan ditargetkan mulai beroperasi pada Juli 2026. Infrastruktur ini akan menjadi penghubung penting dalam menyalurkan gas dari wilayah Natuna ke sistem kelistrikan Batam,” ujar Erma.

Ia menambahkan bahwa keberadaan pipa tersebut sejalan dengan strategi transisi energi nasional yang mendorong pemanfaatan energi yang lebih bersih, lebih efisien, dan bersumber dari dalam negeri.

“Pengembangan infrastruktur gas ini tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga mendukung upaya transisi menuju sistem energi yang lebih bersih dan berkelanjutan,” tutup Erma.

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin