ExxonMobil Sumbang Rp2,25 Miliar Untuk Korban Gempa

ExxonMobil Sumbang Rp2,25 Miliar Untuk Korban Gempa
Jakarta, TAMBANG –  ExxonMobil Indonesia memberikan sumbangan sejumlah Rp2,25 miliar bagi tanggap bencana di Indonesia. Bantuan itu ditujukan bagi korban yang terdampak musibah gempa bumi di Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tengah.   “Harapan kami, bantuan ini dapat memberikan dukungan sementara dalam masa sulit ini.” kata President ExxonMobil Indonesia, Louise McKenzie, Selasa (16/10).   ExxonMobil menyalurkan bantuan melalui koordinasi dengan pemerintah. Diantaranya, SKK Migas , Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan pemerintah daerah.Tujuannya, supaya sumbangan dapat terdistribusi ke daerah yang paling membutuhkan.   Selain itu, ExxonMobil juga menggandeng Yayasan Dompet Dhuafa untuk membangun hunian sementara di NTB. Bagi masyarakat yang terdampak bencana di Sulawesi Tengah, ExxonMobil dikabarkan telah melakukan upaya tanggap darurat.   “Hati kami bersama mereka yang terdampak musibah gempa bumi ini, serta semua orang yang menunjukkan kekuatan dan keberanian memberikan bantuan tanggap bencana,” sambung Louise.   Untuk diketahui, sumbangan tersebut diperoleh dari penggalangan bersama karyawan ExxonMobile di tingkat bisnis hulu migas, Fuels and Lubricants, petrokimia sertaFederal Karyatama.   ExxonMobil merupakan perusahaan energi yang telah beroperasi di Indonesia lebih dari 120 tahun. Kini, salah satu anak usahanya, ExxonMobil Cepu Limited mampu memproduksi minyak bumi lebih dari 210,000 barrels per hari dari Lapangan Banyu Urip di Blok Cepu, Bojonegoro.

Artikel Terkait

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda