ExxonMobil Pasok Minyak Mentah Untuk Pertamina Dari Blok Banyu Urip

ExxonMobil Pasok Minyak Mentah Untuk Pertamina Dari Blok Banyu Urip
Jakarta, TAMBANG – ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) menjual minyak mentah dari blok Banyu Urip ke Pertamina Integrated Supply Chain. Minyak mentah ini merupakan tambahan volume minyak EMCL yang dijual ke pasar setelah Domestic Market Obligation (DMO) terpenuhi.   President ExxonMobil Cepu Limited, Louise McKenzie mengungkapkan, minyak mentah dihasilkan dari blok Banyu Urip di Bojonegoro, Jawa Timur. Minyak diolah di fasilitas pengolahan pusat, yang memproduksi hingga 220.000 barel per hari.   “Pengapalan kargo ini akan dikirimkan ke kilang Pertamina untuk mendukung pasokan minyak mentah dalam negeri, ungkap Louise dalam keterangan resminya, Jumat (20/9).   Minyak tersebut kemudian dialirkan melalui jalur pipa sepanjang 95 kilometer ke Palang, Tuban. Kemudian diangkut ke Kapal FSO Gagak Rimang di lepas pantai Tuban, Jawa Timur.   “Kami berterima kasih kepada Pemerintah Indonesia, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan Tuban, para mitra blok Cepu, serta masyarakat sekitar yang terus mendukung kegiatan operasi Banyu Urip,” lanjut Louise.   Secara seremonial, pengapalan minyak mentah itu dihadiri oleh Plt. Dirjen Migas Djoko Siswanto, Kepala SKK Migas yang diwakili Kepala Divisi Audit KKKS Eksplorasi Syukri Usman, dan Senior Vice President Integrated Supply Chain Pertamina (Persero) Hasto Wibowo.

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Jakarta, TAMBANG – Sektor ketenagalistrikan Indonesia tengah memasuki fase transformasi yang penting. Peningkatan permintaan listrik, integrasi energi terbarukan, modernisasi jaringan, digitalisasi, serta meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri dan pusat data mendorong kebutuhan akan sistem ketenagalistrikan yang semakin andal, fleksibel, dan tangguh. Dalam konteks tersebut, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect

By Rian Wahyuddin
Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Jakarta, TAMBANG – Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), Gilarsi Wahju Setijono mengungkap sejumlah tantangan pengembangan komoditas logam tanah jarang (LTJ) di dalam negeri. Saat ini, Perminas sudah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) LTJ eksplorasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Mamuju, Sulawesi Barat. Kata Gilarsi, tantangan

By Rian Wahyuddin