ESDM Segera Tertibkan IUP non CnC

Jakarta-TAMBANG. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) akan menertibkan para pemegang Izin Usaha pertambangan (IUP) yang tidak memiliki sertifikat clean and clear (CnC). Batas penataan IUP Non CnC itu paling lambat dilakukan Oktober tahun ini.   Direktur Pembinaan Program Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Sri Raharjo mengatakan penertiban tersebut akan dilakukan oleh Kementerian ESDM dan gubernur setempat. Tercatat, dari 10.543 IUP di seluruh Indonesia hanya 6.174 IUP yang mengantongi CnC. Artinya ada sekitar 4.369 IUP yang belum memiliki CnC.   “Kami sudah ada suratnya yang akan ditertibkan oleh gubernur paling lambat 1 Oktober. Selain itu, kami juga dibantu KPK untuk menertibkan,” ungkapnya di Kantor Dirjen Minerba, Rabu (2/9).   Akan tetapi, kata Sri, 1 Oktober itu merupakan batas penataan IUP. Bila nantinya ada IUP yang masih bisa diperbaiki maka pemerintah masih memberi kesempatan untuk segera memperbaiki. Jika tidak, IUP tersebut akan segera dibatalkan. “Atau istilahnya dicabut oleh gubernur. Karena kan kewenangannya gubernur di UU 23/2014, yang berisi tentang kewenangan daerah,” katanya.   Meski mengaku memiliki data IUP non CnC yang akan ditertibkan, tetapi Sri tidak bisa membocorkannya. “Kami hanya memberikan data itu kepad gubernur. Itu nanti kewenangan mereka untuk menindak.” sambungnya.   Bersamaan, Direktur Cirrus, Budi Santoso menilai keputusan nasib IUP non-CnC itu sudah tepat dilakukan karena tindakan itu akan menguntungkan negara. “Ini saat, putusan itu yang tepat di sektor pertambangan. Harga komoditas batu bara sedang turun dan tambang-tambang liar biasanya muncul saat harga batu bara sedang mengalami kenaikan,” ungkapnya.

Artikel Terkait

IMERC 2026 Resmi Dibuka dengan Charity, Wujudkan Kepedulian Lewat Safety dan Kebermanfaatan

IMERC 2026 Resmi Dibuka dengan Charity, Wujudkan Kepedulian Lewat Safety dan Kebermanfaatan

Jakarta, TAMBANG - Indonesia Mining Emergency Response Community (IMERC) 2026 resmi dibuka dengan kegiatan Charity berupa penyerahan bantuan kepada Panti Asuhan Al-Firdaus Kalimantan Selatan. Pembukaan ini menandai dimulainya rangkaian IMERC 2026 yang akan menjadi wadah peningkatan kompetensi Emergency Response Team (ERT) melalui kompetisi, pelatihan, serta kegiatan sosial. Ketua Dewan Pengawas

By Rian Wahyuddin
Seequent Perkuat Kolaborasi Teknologi Subsurface Industri Tambang hingga Panas Bumi

Seequent Perkuat Kolaborasi Teknologi Subsurface Industri Tambang hingga Panas Bumi

Jakarta, TAMBANG – Seequent, bagian dari The Bentley Subsurface Company, memperkuat kolaborasi dengan pelaku industri, akademisi, dan asosiasi profesi di Indonesia melalui Seequent Connect Indonesia 2026. Kegiatan yang digelar di Fairmont Jakarta ini mempertemukan lebih dari 100 profesional dari sektor pertambangan, panas bumi, energi, dan infrastruktur. Seequent sendiri telah mendukung berbagai

By Rian Wahyuddin
Menteri ESDM Lantik Empat Pejabat Pimpinan Tinggi, Lana Saria Jadi Kepala Bageol

Menteri ESDM Lantik Empat Pejabat Pimpinan Tinggi, Lana Saria Jadi Kepala Bageol

Jakarta, TAMBANG – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia melantik sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi di lingkungan Kementerian ESDM, Rabu (5/8). Pelantikan berlangsung di Gedung Chairul Saleh, Kantor Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM. Dalam pelantikan tersebut, empat pejabat ditetapkan untuk menduduki sejumlah posisi strategis, baik di lingkungan Kementerian ESDM

By Rian Wahyuddin