ESDM: PPh Ekspor Dibayar Di Muka Karena Pengusaha Sering Nunggak

ESDM: PPh Ekspor Dibayar Di Muka Karena Pengusaha Sering Nunggak
Jakarta-TAMBANG. Seluruh perusahaan tambang IUP mulai Agustus tahun ini akan diwajibkan membayar pungutan pajak penghasilan (PPh) pasal 22 sebesar 1,5% dari nilai ekspor di muka. Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Batubara, Kementerian ESDM, Adi Wibowo mengatakan ketentuan itu sudah pasti dilaksanakan sesuai arahan Kementerian Keuangan.   Menurutnya, asal muasal pemberlakuan itu lantaran pemerintah menilai banyak perusahaan tambang yang seringkali menunggak dan menunda kewajiban pembayaran PPh atas kegiatan ekspor mereka. “Ini pasti kan ada sebabnya, apa itu, ya selama ini karena banyak (perusahaan) yang nunggak,” kata Adi di Kantor Ditjen Minerba, Rabu (5/8).   Sebelumnya di kesempatan berbeda, VP Corporate Strategic and Commercial PT Medco Energi Mining Internasional, Hary Kristiono mengatakan bahwa pihaknya tidak masalah dengan nilai 1,5% yang ditetapkan pemerintah namun keberatan dengan mekanisme pembayaran di muka. Pasalnya pemerintah seringkali lambat dalam melakukan pengembalian piutang milik perusahaan, apabila PPh yang sudah dibayarkan melebihi jumlah seharusnya.   Menanggapi hal ini, Adi berkilah bahwa hal itu sudah dibicarakan oleh Badan Kebijakan Fiskal dan Kementerian Keuangan. Menurutnya saat ini dua lembaga itu sedang membenahi internal mereka untuk memperbaiki sistem pengembalian piutang dari pembayaran pajak yang berlebihan. “BKFjuga mengubah sistem pengembalian piutang pengusaha pada negara untuk menghindari pengadilan pajak,” kata Adi.   Selain PPh kegiatan ekspor, Adi juga memastikan bahwa Kementerian ESDM dan Kementerian Keuangan sudah memutuskan untuk menunda kenaikan royalti bagi IUP batu bara yang rencananya diterapkan tahun ini. Konsekuensinya, pemerintah akan merevisi target penerimaan negara bukan pajak (PNBP) namun Adi belum mau menyebut berapa target yang dicapai.   Sekedar informasi, tahun 2014, PNBP dari sektor Minerba mencapai lebih dari Rp 35 triliun, 90% dari jumlah itu disumbangkan oleh batu bara. Tahun ini produksi batu bara menurun secara signifikan dan memungkinkan target penerimaan negara akan ikut diturunkan.

Artikel Terkait

PT TIMAH Buka Suara soal Demo di Belitung Timur, Minta Kondusivitas Tetap Terjaga

PT TIMAH Buka Suara soal Demo di Belitung Timur, Minta Kondusivitas Tetap Terjaga

Jakarta, TAMBANG – PT TIMAH Tbk buka suara terkait aksi demonstrasi warga di depan kantor perusahaan di Kabupaten Belitung Timur yang berujung bentrokan. Perseroan menyatakan menghormati aspirasi masyarakat dan berharap situasi tetap kondusif. Corporate Secretary PT TIMAH (Persero) Tbk, Ruddy Nursalam, menyampaikan bahwa perusahaan memahami aktivitas pertambangan timah memiliki keterkaitan yang

By Rian Wahyuddin
Demo Penambang Timah di Belitung Berujung Bentrok, Bambang Patijaya Dorong Perpres Segera Terbit

Demo Penambang Timah di Belitung Berujung Bentrok, Bambang Patijaya Dorong Perpres Segera Terbit

Jakarta, TAMBANG - Aksi demonstrasi masyarakat penambang di Kantor PT TIMAH di Kabupaten Belitung Timur menjadi sorotan. Di tengah meningkatnya tuntutan agar pembelian bijih timah masyarakat kembali dibuka, Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya meminta seluruh pihak menahan diri dan menjaga kondusivitas, sembari memastikan pemerintah tengah mempercepat penerbitan Peraturan Presiden

By Rian Wahyuddin
Survei Kepuasan Stakeholder Meningkat, Pertamina NRE Perkuat Komitmen Wujudkan Transisi Energi Berkelanjutan

Survei Kepuasan Stakeholder Meningkat, Pertamina NRE Perkuat Komitmen Wujudkan Transisi Energi Berkelanjutan

Jakarta,TAMBANG,- Di tengah semakin besarnya peran energi baru dan terbarukan dalam mewujudkan ketahanan energi nasional, membangun teknologi dan infrastruktur saja tidak cukup. Bagi Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE), kepercayaan dari para pemangku kepentingan menjadi modal yang sama pentingnya untuk memastikan setiap langkah transformasi berjalan dengan baik. Kepercayaan

By Egenius Soda
Dukung IMERC 2026, MSA Indonesia Perkuat Kolaborasi Keselamatan di Industri Pertambangan

Dukung IMERC 2026, MSA Indonesia Perkuat Kolaborasi Keselamatan di Industri Pertambangan

Jakarta,TAMBANG,- Upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat di industri pertambangan terus mendapat perhatian. Hal ini tercermin dalam penyelenggaraan Indonesia Mining Emergency Response Community (IMERC) 2026 yang mempertemukan 24 Emergency Response Team (ERT) dari berbagai perusahaan pertambangan dan industri di Indonesia serta Australia. Jumlah tersebut menjadi salah satu yang terbesar

By Egenius Soda