ESDM Optimis Produksi Batu Bara 2024 Capai Target

Produksi 2024
TAMBANG/Rian Wahyuddin

Jakarta, TAMBANG – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), optimistis produksi batu bara RI tahun 2024 mencapai target. Tahun ini, target produksi batu bara RI mencapai 710 juta metrik ton, sedangkan 922 juta ton merupakan data dari update RKAB perusahaan.

“Sesuai dengan skenario target adalah 710 juta ton dan kami masih optimis bisa. Ya (yang 922 juta ton) dari RKAB,” ungkap Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba), Kementerian ESDM, Surya Herjuna kepada tambang.co.id, Senin (9/9).

Diketahui, per Senin, 9 September tahun 2024 realisasi produksi batu bara dalam negeri mencapai 541,18 juta metrik ton atau 76,22 persen dari target yang sudah ditetapkan.

Angka ini meliputi realisasi domestik mencapai 241,48 juta metrik ton dan realisasi ekspor 273,99 juta ton.

Hal serupa disampaikan Plt Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI), Gita Mahyarani. Gita bilang produksi batu bara dalam negeri pada tahun ini diprediksi sesuai target yang disampaikan pemerintah pada awal tahun yakni 710 juta metrik ton. “Target yang 710 berarti ya? Kalau ini pasti tercapai,” kata Gita.

Gairah Produksi Batu Bara Sumsel Masih Terganjal Jalur Logistik

Namun, jika dibandingkan dengan target RKAB yang mencapai 922 juta metrik ton, Gita menilai hal itu sulit untuk dicapai. Hal ini tercermin dari realisasi produksi batu bara tahun lalu yang mencapai 775,2 juta metrik ton.

“Kalau dihitung dari RKAB yang 922 juta ton akan sulit sepertinya. Realisasi produksi tahun 2023 kan 775,2,” ucap Gita.

Sebelumnya, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agus Cahyono Adi menyebut, terkait target produksi batu bara 710 juta metrik ton merupakan bagian dari kepastian pasokan di dalam negeri. Angka ini juga merupakan prognosis untuk penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

“Untuk target kinerja produksi batu bara 2024 yang disampaikan awal tahun lalu, terkait dengan kepastian pasokan dalam negeri dan prognosa PNBP dari batu bara,” ungkap Agus kepada tambang.co.id, Senin (22/4).

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin