Empat PKP2B Sudah Teken Amandemen Kontrak

Empat PKP2B Sudah Teken Amandemen Kontrak

Jakarta-TAMBANG. Langkah pemerintah menyelesaikan agenda renegosiasi kontrak mengalami kemajuan. Hingga kini sudah ada empat perusahaan pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) telah menyelesaikan amandemen kontrak PKP2B.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba), R Sukhyar memaparkan, keempat perusahaan tersebut terdiri dari PT Indominco Mandiri, PT Trubaindo Coal Mining, PT Jorong Barutama Greston serta Indexsim Coalindo. PT Indominco Mandiri merupakan satu-satunya pemegang PKP2B generasi pertama, sementara tiga lainnya masuk kategori generasi kedua.

Menurut Sukhyar, pihaknya akan fokus terlebih dahulu untuk menyelesaikan PKP2B generasi kedua. Alasannya, mengamandeman kontrak PKP2B generasi kedua relatif lebih sederhana. Selain itu, kewajiban keuangan PKP2B generasi kedua mengikuti ketentuan berlaku.

“Sehingga praktis tidak ada masalah dalam menyusun konsep amandemen kontrak,” kata Sukhyar, Rabu (7/1).

Dalam sepekan ini, sambung Sukhyar, pihaknya menargetkan merampungkan amandemen kontrak 12 perusahaan pemegang PKP2B generasi kedua. Delapan perusahaan yang belum rampung amandemen kontrak, akan diselesaikan dalam seminggu ini.

“Hari ini sudah selesai empat perusahaan, sudah deal. Delapan lagi dalam minggu ini akan kita selesaikan,” tutur Sukhyar.

Sementara itu, amandemen Kontrak Karya akan difokuskan pada beberapa perusahaan, seperti PT Freeport Indonesia, dan PT Weda Bay Nickel. Sejauh ini, baru PT Vale Indonesia perusahaan tambang yang menyelesaikan amandeman Kontrak Karya.

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Jakarta, TAMBANG – Sektor ketenagalistrikan Indonesia tengah memasuki fase transformasi yang penting. Peningkatan permintaan listrik, integrasi energi terbarukan, modernisasi jaringan, digitalisasi, serta meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri dan pusat data mendorong kebutuhan akan sistem ketenagalistrikan yang semakin andal, fleksibel, dan tangguh. Dalam konteks tersebut, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect

By Rian Wahyuddin
Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Jakarta, TAMBANG – Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), Gilarsi Wahju Setijono mengungkap sejumlah tantangan pengembangan komoditas logam tanah jarang (LTJ) di dalam negeri. Saat ini, Perminas sudah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) LTJ eksplorasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Mamuju, Sulawesi Barat. Kata Gilarsi, tantangan

By Rian Wahyuddin