Eksplorasi Bulan Mei Berau US$240,066

Eksplorasi Bulan Mei Berau US$240,066
Jakarta – TAMBANG. Kegiatan eksplorasi PT Berau Coal, anak usaha PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) pada bulan Mei 2015 lebih rendah dari rencana yaitu US$205,631. Sedangkan dalam perencanaan perseroan, rencana eksplorasi pada bulan mei sebesar US$240,066.   Area eksplorasi Berau meliputi Sambarata Blok B East, yaitu di kampung Tasuk, kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau, Propinsi Kalimantan Timur. Aktifitasnya sendiri meliputi pemboran geologi dan perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan.   Metodenya menggunakan pemboran Geologi, dilakukan dengan metode touch coring, pemboran lubang terbuka (open hole) pada litologi non batubara dan pemboran inti (core hole) pada litologi batubara. Pemboran dilakukan untuk mendapatkan data kedalaman/elevasi batubara, ketebalan litologi batubara dan non batubara, pengambilan sample batubara untuk dilakukan analisa kualitas, serta urutan batuan (stratigrafi).   Selain itu dilakukan juga dengan cara geofisika Logging dengan 5 parameter Gamma Ray, Long Density, Short Density, Caliper dan Spontaneous Resistivity. Pengukuran dilakukan pada setiap lubang pemboran untuk memastikan (verifikasi) kedalaman/elevasi batubara, ketebalan litologi batubara dan non batubara, urutan batuan (stratigrafi), serta informasi level muka air tanah.   Terakhir, analisa kualitas pada sample core batubara dan sample singkapan batubara dilakukan dengan 11 parameter, parameter analisa disesuaikan dengan kebutuhan data kualitas pada tahapan eksplorasinya. Tahapannya meliputi  Total Moisture, Proximate, Total Sulfur, Calorific Value, Ash Analysis, Ultimate, Ash Fusion Temperature, Trace Element, Form of Sulfur, Hardgrove Grindability Index, dan Relative Density.   Kemajuan pekerjaan eksplorasi area Sambarata B East adalah pemboran eksplorasi inferred (tereka) – measured (terukur) dengan jarak antar line 300 – 1.000 meter menggunakan 8 mesin bor, 1 unit alat geofisika logging. Total kedalaman pemboran 5.134 m, analisa sample batubara 1.418 pengujian.

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Jakarta, TAMBANG – Sektor ketenagalistrikan Indonesia tengah memasuki fase transformasi yang penting. Peningkatan permintaan listrik, integrasi energi terbarukan, modernisasi jaringan, digitalisasi, serta meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri dan pusat data mendorong kebutuhan akan sistem ketenagalistrikan yang semakin andal, fleksibel, dan tangguh. Dalam konteks tersebut, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect

By Rian Wahyuddin
Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Jakarta, TAMBANG – Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), Gilarsi Wahju Setijono mengungkap sejumlah tantangan pengembangan komoditas logam tanah jarang (LTJ) di dalam negeri. Saat ini, Perminas sudah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) LTJ eksplorasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Mamuju, Sulawesi Barat. Kata Gilarsi, tantangan

By Rian Wahyuddin