Efisiensi Energi Harus Didukung Manajemen Lingkungan

Efisiensi Energi Harus Didukung Manajemen Lingkungan
Jakarta – TAMBANG. Penggunaan energi yang semakin besar berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi yang terus berkembang. Sehingga diperlukan adanya efisiensi energi berbasis life cycle melalui manajemen lingkungan atau solusi pengelolaan limbah menjadi energi (waste to energy).   Selain itu juga peningkatan efisiensi energi di bangunan gedung melalui harmonisasi standar dan pelabelan untuk konsumsi energi peralatan listrik. “Pendekatan yang diterapkan oleh proyek SWITCH – Asia mencakup peningkatan efisiensi energi pada UKM melalui manajemen lingkungan,” ujar Pakar Sustainable consumption and production (SCP) dari SWITCH -Asia Network Facility, Patrick Schroeder di Jakarta, selasa (7/7).   Efisiensi energi telah menjadi pilar penting bagi ketahanan energi di semua negara Asia. Efisiensi energi juga merupakan komponen krusial bagi strategi dekarbonisasi dan aksi perubahan iklim di tingkat nasional.   “SWITCH – Asia programme yang didanai oleh Uni Eropa memfasilitasi para tenaga ahli di bidang efisiensi energi dan pendanaan serta membuat kebijakan di ASEAN  untuk bertemu guna membahas solusi dan strategi,” ujar Delegasi dari Uni Eropa Ria Butarbutar.   Koordinator Efisiensi Sumberdaya untuk Wilayah Asia Pasific (UNEP), Sabin Basnyat menekankan pentingnya pendanaan untuk efisiensi energi. Salah satu elemen yang penting untuk memajukan dan memastikan keberlanjutan dari penerapan efisiensi adalah dengan menyediakan akses ke pendanaan.   “Di wilayah ASEAN, potensi investasi oleh efisiensi energi sangatlah besar. Hingga tahun 2035, lebih dari US$300 miliar dibutuhkan guna memanfaatkan potensi efisiensi energi secara sepenuhnya, akan memicu penghematan biaya energi hingga US$500 miliar,” ujar Sabin.   Usaha Kecil dan Mengah (UKM) secara khusus mengalami kesulitan dalam mengakses pendanaan untuk merealisasikan efisiensi energi. Sehingga diperlukan peran serta dari perbankan itu sendiri.

Artikel Terkait

PERTAMISI Dorong Penyesuaian Spesifikasi Ekspor, Kepastian HPM, Tata Kelola dan Percepatan Hilirisasi Silika

PERTAMISI Dorong Penyesuaian Spesifikasi Ekspor, Kepastian HPM, Tata Kelola dan Percepatan Hilirisasi Silika

Jakarta, TAMBANG – Besarnya potensi silika Indonesia belum sepenuhnya berbanding lurus dengan pemanfaatannya. Kepastian harga, klasifikasi komoditas, spesifikasi ekspor, hingga persoalan perizinan masih menjadi tantangan dalam mendorong pengembangan industri silika dari hulu hingga hilir. Persoalan tersebut menjadi pembahasan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Dialog Silika Indonesia: Harga Patokan Mineral Silika

By Rian Wahyuddin
PGN Siap Jadi Offtaker dan Transporter Biomethane yang Dikembangkan Toyota dan KIS

PGN Siap Jadi Offtaker dan Transporter Biomethane yang Dikembangkan Toyota dan KIS

Jakarta,TAMBANG,- Pengembangan biomethane yang memanfaatkan limbah pabrik kelapa sawit di Sumatera Selatan kini mulai mendekati tahap akhir pengembangan. PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) berkolaborasi Toyota Tsusho Indonesia (TTI) dan PT KIS Biofuels Indonesia (KIS) untuk mengoptimasi pemanfaatan biomethane tersebut dalam rangka memastikan kesediaan pasokan energi domestik masa

By Egenius Soda
PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Perkuat Pasokan dan Kepastian Operasional

PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Perkuat Pasokan dan Kepastian Operasional

Jakarta,TAMBANG,- Perusahaan tambang batubara plat merah, PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) mempersiapkan operasional yang andal dalam menjaga keberlanjutan produksi. Perencanaan tersebut mempertimbangkan persetujuan pemerintah, prioritas kebutuhan domestik, serta dinamika pasar ekspor di tengah transisi energi. Direktur Utama PTBA, Bambang Ismawan, mengatakan perusahaan tetap berada pada jalur yang tepat

By Egenius Soda