Edukasi K3LH, SMKN 3 Tuban Jadi Tuan Rumah Kick Off Program "PAMA Safe School"

pama safe school
CSR Department Head PAMA, Maidi Irvan menandatangani peresmian peluncuran PAMA Safe School di SMKN 3 Tuban.

Tuban, TAMBANG — SMK Negeri 3 Tuban dipercaya menjadi tuan rumah peluncuran (kick off) program “PAMA Safe School” yang diselenggarakan oleh PT Pamapersada Nusantara pada Jumat, 23 Mei 2025.

Kick off ini menjadi titik awal pelaksanaan program yang akan digelar secara serentak di seluruh jobsite PAMA dan direncanakan berlangsung hingga akhir tahun 2025.

CSR Department Head PAMA, Maidi Irvan menyampaikan bahwa program ini adalah bagian dari komitmen jangka panjang PAMA untuk mendukung pendidikan berkelanjutan yang berbasis nilai keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan hidup (K3LH).

“Di PAMA, nilai-nilai keselamatan dan kepedulian terhadap lingkungan bukan hanya bagian dari SOP, tapi sudah menjadi budaya,” ujar Maidi Irvan.

Maidi menjelaskan bahwa melalui program PAMA Safe School, perusahaan ingin menanamkan nilai-nilai K3LH agar dapat hidup dan berkembang di lingkungan sekolah. Dia percaya bahwa generasi muda adalah kunci masa depan bangsa. Sekolah merupakan tempat terbaik untuk mulai membangun karakter, dan K3LH adalah fondasi penting yang harus ditanamkan sejak dini.

“Kalau anak-anak sudah terbiasa berpikir aman, sehat, aktif, dan peduli lingkungan, maka mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan bertanggung jawab” ujar Maidi.

Baca juga: Fun Golf Jadi Penutup Meriah TTJP 2025, Bertabur Doorprize Menarik

Mengusung semangat SAFE — Safety, Active, Fit, and Eco-friendly, program ini dirancang untuk menanamkan nilai-nilai keselamatan, gaya hidup sehat, dan kepedulian terhadap lingkungan hidup sejak dini di lingkungan sekolah.

Dalam kegiatan yang disambut antusias oleh siswa, guru, dan tenaga pendidik di SMKN 3 Tuban, PAMA menghadirkan edukasi seputar Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan Hidup (K3LH) secara aplikatif dan menyenangkan.

Mulai dari simulasi sederhana, diskusi interaktif, hingga praktik langsung yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar mudah dipahami dan dapat langsung diterapkan, baik di sekolah maupun di rumah.

“Lebih dari sekadar mengenakan helm atau menggunakan alat pelindung diri, peserta juga diajak memahami pentingnya perilaku sadar risiko, membiasakan hidup aktif dan sehat, serta menjaga lingkungan melalui aksi nyata, seperti memilah sampah dan menjaga kebersihan kelas serta halaman sekolah,” pungkas Maidi.

Dalam program ini, setiap sekolah akan mendapatkan pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik lokal masing-masing, namun tetap berpegang pada empat nilai utama yaitu Safety, Active, Fit, dan Eco-friendly.

Melalui program ini, PAMA berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan dunia industri.

Kepala SMKN 3 Tuban, Sholahuddin, menyambut hangat program ini dan mengapresiasi kolaborasi yang diberikan oleh anak usaha PT United Tractors Tbk (UT) tersebut.

“Kami merasa bangga bisa menjadi sekolah pertama yang mendapat kesempatan menjalankan program ini. Edukasi seperti ini sangat penting, apalagi untuk siswa-siswi SMK yang nantinya akan terjun langsung ke dunia kerja. Ini adalah bekal nyata yang bisa mereka bawa ke mana pun,” ucap Sholahuddin.

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Jakarta, TAMBANG – Sektor ketenagalistrikan Indonesia tengah memasuki fase transformasi yang penting. Peningkatan permintaan listrik, integrasi energi terbarukan, modernisasi jaringan, digitalisasi, serta meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri dan pusat data mendorong kebutuhan akan sistem ketenagalistrikan yang semakin andal, fleksibel, dan tangguh. Dalam konteks tersebut, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect

By Rian Wahyuddin
Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Jakarta, TAMBANG – Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), Gilarsi Wahju Setijono mengungkap sejumlah tantangan pengembangan komoditas logam tanah jarang (LTJ) di dalam negeri. Saat ini, Perminas sudah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) LTJ eksplorasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Mamuju, Sulawesi Barat. Kata Gilarsi, tantangan

By Rian Wahyuddin