Dukung Rehabilitasi DAS dan Pariwisata, PTBA Perluas Pusat Persemaian

Lahan Bekas Tambang
Jakarta, TAMBANG – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) siap meningkatkan kapasitas pusat persemaian dalam rangka mendukung program rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) serta program Tanjung Enim Kota Wisata. Benih yang akan dikembangkan nantinya tidak hanya tanaman yang dimanfaatkan dalam rehabilitasi DAS, melainkan juga untuk memperkaya koleksi tanaman endemik. Pusat persemaian juga diproyeksikan menjadi sarana eduwisata. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Teknis Pembangunan Pusat Persemaian yang digelar Kementerian Koordinasi Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dan BUMN pertambangan pada Selasa (14/3). Plt Asisten Deputi Pengelolaan Produk Kehutanan dan Jasa Lingkungan Kemenko Marves, Ilham, mengatakan bahwa pihaknya ingin memperkuat skema kerja sama antara Pemerintah, BUMN dan Swasta dalam mendukung pembangunan 30 pusat persemaian berskala besar yang ditargetkan Presiden Joko Widodo. “Kemenko Marves ingin memperkuat skema kerja sama dengan memfasilitasi dan koordinasi antar kementerian serta lembaga terkait untuk bisa mencapai target janji Presiden dengan 30 lokasi persemaian, yang tidak mungkin dilakukan melalui dukungan pendanaan dari APBN atau APBD. Kontribusi pihak swasta dan BUMN sangat diharapkan,” ujarnya. Terkait hal tersebut, PTBA tengah mempersiapkan pengembangan dan pembangunan pusat persemaian berskala besar. Pusat persemaian eksisting di area pemanfaatan lain siap ditingkatkan kapasitasnya menjadi 3 hingga 5 juta benih per tahun. PTBA juga mengusulkan perlunya diadakan jejaring pusat-pusat persemaian Indonesia agar bisa saling memperkaya koleksi tanaman endemik. Rapat Koordinasi Teknis diakhiri dengan kunjungan lapangan ke Pusat Persemaian Rumpin, Jawa Barat. Pusat Persemaian seluas 8,8 hektare ini dikelola oleh Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Citarum-Ciliwung. Saat ini bibit dari pusat persemaian tersebut telah didistribusikan di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Lampung sebagai bagian dari program mitigasi perubahan iklim, rehabilitasi lahan kritis, rehabilitasi DAS, hingga pemulihan daerah-daerah terdampak bencana. Pusat Persemaian Rumpin diresmikan Presiden Joko Widodo pada bulan Juni 2022. Dalam sambutannya saat peresmian, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa perusahaan pertambangan dan kelapa sawit perlu didorong untuk membangun pusat persemaian berskala besar (nursery) seperti Rumpin. Tujuannya agar terjadi perbaikan kualitas lingkungan di wilayah pertambangan dan perkebunan sekaligus bermanfaat bagi masyarakat umum. Menutup kunjungan, Koordinator Pengendalian Pemanfaatan dan Pelestarian Hutan Kemenko Marves, Fatma Puspitasari menegaskan bahwa pusat-pusat persemaian yang kelak akan dibangun dapat mencontoh Pusat Persemaian Rumpin, khususnya dari pemanfaatan air, pemberdayaan tenaga kerja lokal, hingga efisiensi energi dengan pemanfaatan energi terbarukan. “Tapi harus tetap memperhatikan keragaman hayati dan endemik dari tiap-tiap daerah,” ujarnya. Fatma mencontohkan salah satu tamanan endemik Pulau Sumatera telah dikembangkan di persemaian eksisting PT Bukit Asam Tbk (PTBA), yakni anggrek hutan hasil rescue dari pembukaan lahan pertambangan. Beberapa tanaman endemik lain yang sudah dikembangkan di persemaian eksisting PTBA adalah Merbau (Intsia Palembanica), Tembesu (Fragrea Fragrans), dan Gaharu (Aquilaria Malaccensis). “Ke depannya pusat persemaian selain mendukung rehabilitasi hutan dan lahan juga akan mendukung terbangunnya lebih banyak botanical garden, bisa menjadi lokasi eduwisata,” pungkas Fatma.

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin