Dukung Permukiman Layak dan Tertata, PTBA Serahkan Fasos dan Fasum

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) melaksanakan serah terima Fasilitas Sosial (Fasos) dan Fasilitas Umum (Fasum) kepada masyarakat di RT 40 Perumahan Bara Lestari, Dusun 5, Desa Keban Agung, Kecamatan Lawang Kidul.

Dukung Permukiman Layak dan Tertata, PTBA Serahkan Fasos dan Fasum
Istimewa

Jakarta, TAMBANG - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) melaksanakan serah terima Fasilitas Sosial (Fasos) dan Fasilitas Umum (Fasum) kepada masyarakat di RT 40 Perumahan Bara Lestari, Dusun 5, Desa Keban Agung, Kecamatan Lawang Kidul.

Community Engagement & Partnership Department Head PTBA, Mustafa Kamal menyampaikan, penyerahan fasilitas sosial dan fasilitas umum tersebut merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan dalam memastikan aset yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal dan dikelola secara berkelanjutan oleh masyarakat.

"Penyerahan ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan permukiman yang layak, tertata, dan berkelanjutan," jelas Mustafa dalam keterangan resmi, Jumat (13/2).

Dalam kesempatan yang sama, Plt. Camat Lawang Kidul, Yudha Pratama, menyampaikan apresiasi atas kontribusi PTBA dalam mendukung penyediaan sarana dan prasarana publik. Ia menekankan pentingnya sinergi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan permukiman yang kondusif dan berdaya guna.

Apresiasi juga disampaikan Kepala Desa Keban Agung, Fajrol Bahri. Ia berharap fasilitas yang diserahkan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk menunjang pelayanan sosial, kesehatan, pendidikan, dan pengembangan ekonomi masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan ini pemerintah kecamatan dan desa, aparat kewilayahan seperti Babinsa dan Bhabinkamtibmas, Kepala Dusun 5, Ketua RT 40, serta perwakilan Posyandu, PAUD, dan tokoh masyarakat setempat.

Fasilitas yang diserahkan meliputi Balai Desa Bara Lestari 2, jalan perumahan beserta lampu penerangan, satu unit sumur bor beserta instalasinya, lahan eks penempatan tandon penampungan air, dua unit ruko dengan total enam bangunan untuk kegiatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta rumah marbot.

Mustafa menambahkan, melalui penyerahan ini, PTBA berharap agar sinergi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik dalam mendukung pembangunan kawasan permukiman yang tertata, layak, dan berkelanjutan.

"Perusahaan juga mendorong agar seluruh fasilitas yang telah diserahkan dapat dimanfaatkan dan dikelola secara optimal demi peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat," tutup Mustafa.

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin