Dukung Penyediaan Air Bersih, PPA Bantu Sumur Bor Untuk Masyarakat NTT

Dukung Penyediaan Air Bersih, PPA Bantu Sumur Bor Untuk Masyarakat NTT

Jakarta,TAMBANG,- Satu lagi aksi nyata perusahaan kontraktor tambang PT Putra Perkasa Abadi (PPA) dalam membantu masyarakat. Kali ini PPA di bawah koordinasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) serta Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (Seruni) Kabinet Merah Putih (KMP) membantu membangun sumur bor.

Kegiatan ini dilakukan untuk mendukung peningkatan akses air bersih bagi masyarakat khusus di Kampung Sublele, Desa Sillu, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pembangunan sumur bor ini merupakan bagian dari program bantuan sumur bor air tanah dalam yang ditujukan untuk wilayah-wilayah yang masih menghadapi tantangan ketersediaan air bersih, termasuk Kabupaten Kupang dan sejumlah daerah lain di NTT. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga setempat.

Berdasarkan perhitungan potensi manfaat, sumur bor yang dibangun oleh PPA ini dapat memberikan akses air bersih bagi sekitar 110 kepala keluarga (KK) di Kampung Sublele dan sekitarnya. Dengan tersedianya sumber air yang lebih mudah dijangkau, masyarakat diharapkan tidak lagi mengalami kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari konsumsi rumah tangga hingga aktivitas pendukung lainnya.

Acara peresmian sumur bor yang dilaksanakan pada 22 Juni 2026, turut dihadiri oleh Ketua Umum Seruni KMP Tri Suswati Tito Karnavian, Ketua Bidang 3 Seruni KMP Fatma Saifullah Yusuf, Ketua Bidang 4 Seruni KMP Sri Suparni Bahlil, Wakil Bupati Kupang Aurum Obe Titu Eki. Dari PPA hari Direktur Legal dan Business Development PPA, Muhammad Affan serta unsur pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya.

Momentum ini menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan dasar masyarakat.

Direktur Legal dan Business Development PPA, Muhammad Affan, menyampaikan bahwa pembangunan sumur bor ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan kontribusi yang berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional maupun daerah yang membutuhkan dukungan akses terhadap kebutuhan dasar.

“Kami berharap keberadaan sumur bor ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Kampung Sublele. Akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang sangat penting bagi kehidupan sehari-hari. Melalui program ini, PPA ingin turut berkontribusi dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Affan.

Sementara itu, Ketua Umum Seruni, ibu Tri Suswati Tito Karnavian, berharap fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

“Semoga dengan dibangunnya fasilitas ini dapat dimanfaatkan dan dipelihara dengan baik oleh masyarakat sehingga memberikan manfaat dalam jangka panjang,” ujar Tri Suswati.

Melalui pembangunan sumur bor ini, diharapkan masyarakat Kampung Sublele dapat memperoleh akses air bersih yang lebih mudah, aman, dan berkelanjutan untuk mendukung aktivitas serta kesejahteraan mereka di masa mendatang.

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin