Dua Unit Turbin & Generator Uap Ultra-Superkritikal 1000MW dari Toshiba

Dua Unit Turbin & Generator Uap Ultra-Superkritikal 1000MW dari Toshiba
Jakarta – TAMBANG. Toshiba Corporation (Tokyo: 6502) mengumumkan bahwa telah memenangkan pesanan dalam pengadaan dua turbin dan generator uap (STG) ultra-superkritikal 1000 MW, transformer utama dan peralatan terkait, dan 500 kV Gas Insulated Switchgear (GIS) untuk proyek perluasan pembangkit listrik tenaga uap batu bara Tanjung Jati B Unit 5 & 6 di Indonesia.   Toshiba akan memulai pengiriman peralatan utama ke lokasi proyek pada 2019. Pembangkit tersebut akan mulai beroperasi secara komersial pada 2021, dan kapasitas keluarannya akan menjadikannya sebagai salah satu di antara pembangkit terbesar di Indonesia. Proyek ini akan menambah dua unit turbin dan generator ultra-superkritikal 1.000 MW di lokasi yang bersebelahan dengan Unit 1 sampai 4 yang sudah ada.   Dalam rilisnya, Takao Konishi, Wakil Presiden Toshiba untuk Sistem Energi & Solusi Perusahaan mengatakan “Kami telah memasok pembangkit dengan empat unit STG kapasitas 660 MW untuk unit 1 sampai 4, dan saya percaya kinerja mereka yang baik dan kecanggihan dari teknologi peralatan kami sebagai faktor utama dalam memenangkan pesanan baru ini”. Pemerintah Indonesia merencanakan untuk membangun tambahan pasokan listrik sebesar 35 GW, dan proyek Tanjung Jati B ini diposisikan sebagai salah satu proyek perluasan utama penambahan sumber daya listrik. Pembangkit Tanjung Jati B akan memberikan kontribusi untuk mengatasi peningkatan tekanan akan kebutuhan listrik.   Indonesia merupakan produsen batu bara global yang terbesar keempat dan batu bara tetap menjadi sumber utama penyediaan listrik. Pemerintah Indonesia bertujuan untuk mengurangi emisi CO2 sebesar 29 persen pada 2019 dengan mewajibkan produsen listrik tenaga batu bara untuk menggunakan batu bara yang bersih dan teknologi rendah emisi.   Toshiba memiliki banyak pengalaman dalam proyek-proyek pembangkit listrik di Indonesia, termasuk proyek perluasan pembangkit listrik tenaga uap batu bara Lontar, proyek perluasan pembangkit listrik tenaga uap batu bara Cirebon, dan proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi Sarulla. Toshiba akan terus memberikan kontribusi untuk pasokan listrik yang stabil di Indonesia dan memperluas pasokan sistem pembangkit listrik efisiensi tinggi di pasar global.

Artikel Terkait

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda