DPR Akan Bentuk Panja Untuk Percepat RUU Minerba

DPR Akan Bentuk Panja Untuk Percepat RUU Minerba
Ketua Komisi VII DPR RI Gus Irawan Pasaribu (foto: istimewa)
Jakarta, TAMBANG – Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI  akan membentuk panitia kerja (panja) untuk membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Minerba. Wakil Ketua Komisi VII, Gus Irawan mengungkapkan pembahasan tersebut akan didiskusikan kembali dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).   “Nanti akan kita bicarakan lagi dengan kementerian. Pada saat itu bergulir, di situlah panjanya dibentuk,” kata Gus Irawan di DPR RI, Kamis (28/11).   Lebih lanjut Gus Irawan mengungkapkan saat ini Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) berada di DPR. Menurutnya DPR akan melakukan pembahasan lalu akan membentuk panja.   “Sudah ada disini DIM-nya, tapi kan ini kita masih periode baru nih, nanti kita akan lakukan pembahasan nanti pada saatnya sudah proses spesifik pembahasan undang-undang itu berjalan oleh Pemerintah di situ akan dibentuk panja,” lanjut Gus Irawan.   Ia mengungkapkan pembahasan mengenai DIM akan dilakukan setelah reses. Pembahasan mengenai DIM pun tidak perlu dilakukan dari awal. Selain itu, berbagai masukan yang diberikan akan dimasukkan ke dalam DIM.   “Drafnya kan sudah. Saya kira aspirasi masyarakat sudah disampaikan. Itu bisa masuk melalui DIM dari Pemerintah,” kata Gus Irawan.   Sebelumnya, Menteri  ESDM Arifin Tasrif dalam rapat dengar pendapat di Komisi VII, Rabu (27/11), menyatakan sepakat dengan usulan anggota DPR untuk segera membentuk panja. Dengan pembentukan panja ini diharapkan Revisi UU Minerba dapat cepat rampung.   “Kami sepakat untuk membahas ini untuk panja. Jadi semoga ditargetkan bisa cepat dan pekan depan kami juga akan rapat koordinasi dengan kementerian lainnya,” ungkap Arifin.  

Artikel Terkait

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda