Dorong Kemandirian Masyarakat, Reswara Minergi Hartama Raih Top CSR Awards 2026

PT Reswara Minergi Hartama (Reswara) meraih TOP CSR Awards 2026 Corporate Level #4 Stars.

Dorong Kemandirian Masyarakat, Reswara Minergi Hartama Raih Top CSR Awards 2026
Istimewa.

Jakarta, TAMBANG — PT Reswara Minergi Hartama (Reswara) meraih TOP CSR Awards 2026 Corporate Level #4 Stars. Pada ajang itu, Direktur PT Reswara Minergi Hartama, Iwan Hermawan, juga dianugerahi penghargaan TOP Leader on CSR Commitment 2026.

Penghargaan ini mencerminkan konsistensi Reswara dalam menempatkan CSR dan ESG sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang, dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat, pemulihan lingkungan, dan tata kelola yang terintegrasi di seluruh lini usaha.

Direktur Utama PT ABM Investama Tbk (ABMM), Achmad Ananda Djajanegara, mengatakan bahwa dalam kerangka keberlanjutan Grup ABMM, CSR merupakan bagian penting dari framework ESG, terutama pada aspek sosial, yang dijalankan untuk menopang keberlanjutan bisnis.

“Di ABMM, kami memandang CSR sebagai bagian dari framework ESG, khususnya pada aspek sosial, yang dijalankan untuk mendukung business sustainability. ESG memiliki cakupan yang lebih luas, tetapi melalui program CSR yang terarah kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan usaha juga diikuti dengan penguatan masyarakat, peningkatan kesejahteraan, dan dampak yang nyata. Pendekatan inilah yang juga dijalankan Grup ABMM dalam menerjemahkan keberlanjutan di tingkat operasional,” jelas Andi, sapaan akrabnya, di Jakarta, Selasa (26/5). 

Istimewa.

Direktur PT Reswara Minergi Hartama, Iwan Hermawan, mengatakan bahwa kekuatan utama dalam pelaksanaan program CSR dan ESG Reswara terletak pada kepemimpinan dan tata kelola yang konsisten serta komitmen integritas perusahaan sehingga program yang berjalan di lapangan dapat lebih terukur, lebih akuntabel, dan menghasilkan dampak yang saling menguatkan.

“CSR dan ESG bukan sekadar kewajiban perusahaan, melainkan cara untuk memastikan bahwa kehadiran kami benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat. Kami ingin setiap program yang dijalankan tidak hanya selesai sebagai kegiatan, tetapi meninggalkan kapasitas, peluang, dan kemandirian yang bisa tumbuh dalam jangka panjang,” kata Iwan.Bagi anak usaha ABMM ini, pertumbuhan operasional perusahaan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat dan perlindungan lingkungan. Karena itu, arah kebijakan CSR dan ESG harus dibangun dengan pendekatan yang lebih substantif untuk menumbuhkan kemandirian sosial dan ekonomi masyarakat.

Salah satu contoh utamanya terlihat pada program pemulihan lingkungan yang dijalankan melalui anak usaha Reswara, PT Tunas Inti Abadi (TIA), di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. TIA mencatat total reklamasi lahan mencapai 901,26 hektare (ha). Pada saat yang sama, realisasi rehabilitasi daerah aliran sungai telah mencapai 1.745,10 ha atau setara 100 persen dari kewajiban yang ditetapkan, dengan total 563.268 pohon telah ditanam di area IUP TIA.

Di ranah pemberdayaan ekonomi juga terdapat progam pengembangan Kopi Aranio di Desa Tiwingan Lama, Aranio, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Program ini menggabungkan revitalisasi lahan dengan penguatan kapasitas petani kopi lokal. Pengukuran Social Return on Investment (SROI) menunjukkan nilai 3,38, yang mencerminkan adanya manfaat sosial dan ekonomi yang lebih luas  dari program tersebut.

Reswara juga menjalankan pemberdayaan perempuan melalui dukungan terhadap UMKM lokal. Perusahaan juga mendukung penyaluran produk batik Sasirangan di Desa Bunati, Kecamatan Sungai Loban, Tanah Bumbu.

“Reswara menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat program CSR dan ESG yang berorientasi pada dampak jangka panjang. Perusahaan akan melanjutkan pemulihan lingkungan secara konsisten, memperkuat pemberdayaan masyarakat berbasis kebutuhan lokal, serta menjaga agar agenda keberlanjutan tetap terhubung dengan strategi bisnis perusahaan,” tutup Iwan.

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin