DOID menjawab pertanyaan bursa

Jakarta – TAMBANG. PT Delta Dunia Makmur Tbk (IDX : DOID) mengaku tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal. Direktur / Corporate Secretary DOID, Errinto Pardede juga menuturkan bahwa perseroan tidak dalam kapasitas untuk menjawab pertanyaan sehubungan dengan rencana dari pemegang saham mayoritas.   “Kami akan menyampaikan keterbukaan informasi kepada publik apabila ada informasi material yang kami terima dari pemegang saham mayoritas,” ujarnya dalam keterbukaan kepada bursa kamis (18/2).   Selain itu, DOID dikatakannya tidak memiliki rencana untuk melakukan tindak korporasi dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan ke depan. Perseroan akan menyampaikan keterbukaan informasi kepada public apabila perseroan memiliki rencana tindak korporasi.   Hal ini sekaligus menjawab surat dari bursa nomor s-00801/BEI.PP1/02-2016 perihal permintaan penjelasan atas vilatilitas transaksi efek.

Artikel Terkait

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda