DOID Gandeng University of Queensland, Dorong Inovasi dan Keberlanjutan Teknologi Pertambangan

DOID Gandeng University of Queensland, Dorong Inovasi dan Keberlanjutan Teknologi Pertambangan

Denpasar, TAMBANG – Anak perusahaan PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID), PT Bukit Teknologi Digital (BTech) yang merupkan lini penelitian dan pengembangan (R&D) PT Delta menandatangani perjanjian layanan penelitian dengan The University of Queensland (UQ) untuk mendorong inovasi dan keberlanjutan di sektor pertambangan.

Kolaborasi ini memadukan analitik pertambangan canggih  BTech dengan kapabilitas riset kelas dunia UQ, sejalan dengan fokus strategis Delta Dunia Group pada teknologi sebagai pendorong utama pertumbuhan. Penelitian ini dirancang secara strategis untuk memberikan peningkatan signifikan pada keunggulan operasional dan praktik keberlanjutan di Delta Dunia Group.

Penelitian bersama ini akan berfokus pada pengembangan framework yang kokoh untuk Indikator Kesehatan Aset (Asset Health Indicators) yang dapat secara akurat menentukan Sisa Masa Pakai (Remaining Useful Life/RUL) komponen-komponen vital alat berat. Memahami kondisi komponen dan aset secara mendalam sangat penting untuk pemeliharaan yang efektif, yang membantu memperpanjang umur komponen dan mengoptimalkan manajemen armada.

Untuk mengatasi tantangan downtime tak terduga dan biaya perbaikan tinggi dalam operasi pertambangan Delta Dunia Group, penelitian ini akan mencakup analisis mendalam dengan menggunakan analitik data, deteksi kegagalan berbasis machine learning, pemetaan kesehatan komponen dengan parameter kunci, serta optimalisasi RUL dan masa pakai komponen.

DOID di Semester I 2024: Produksi Batu Bara Stabil, Volume Overburden Removal Turun

“Kami sangat antusias dapat menjalin kemitraan dengan The University of Queensland, salah satu universitas terkemuka di Australia yang diakui karena keahlian penelitian kelas dunianya. Sebagai perusahaan teknologi pertambangan yang terus berkembang, kami berkomitmen untuk berinvestasi dalam berbagai inovasi yang dapat meningkatkan solusi end-to-end yang mutakhir bagi para klien kami,” ucap Presiden Direktur BTech, Endang Veronica dalam keterangan tertulis, dilansir Rabu (20/11).

Menurut dia, kolaborasi dengan UQ ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan kami menuju keunggulan teknologi di sektor pertambangan. Dengan menggabungkan penelitian inovatif dan keahlian operasional kami, kami menetapkan standar baru dalam keandalan dan keberlanjutan industri.

“Sejak spin-off di 2023, BTech telah berkolaborasi erat dengan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di bawah naungan Delta Dunia Group di Indonesia dan Australia melalui berbagai inisiatif komprehensif di bidang Manajemen Aset, Keselamatan, Kesehatan, dan Lingkungan (SHE), Manajemen Sumber Daya Manusia, serta Mine Engineering. Keunggulan BTech terletak pada pemanfaatan analitik yang disesuaikan untuk mengoptimalkan keunggulan operasional dan meningkatkan kinerja keberlanjutan,” ujar dia.

Professor Sue Harrison, Executive Dean of the Faculty of Engineering Architecture and Information Technology di UQ, menyatakan, pihaknya sangat antusias dapat menjalin kolaborasi penting ini dengan perusahaan Indonesia, terutama di sektor pertambangan. Kemitraan ini merupakan langkah penting bagi The University of Queensland dalam mendorong inovasi global.

“Pengembangan pemeliharaan prediktif (Predictive Maintenance) adalah kunci untuk mengoptimalkan operasi pertambangan, dan kami sangat antusias dapat bermitra dengan BTech dalam penelitian ini, yang berpotensi mencapai tonggak penting di industri. Bersama-sama, kami bertujuan untuk menyediakan solusi yang tidak hanya meningkatkan keandalan peralatan, tetapi juga mendorong praktik berkelanjutan di sektor pertambangan,” jelasnya.

UQ merupakan salah satu universitas riset terkemuka di Australia dengan fokus pada kolaborasi global lintas disiplin ilmu yang berkualitas tinggi, baik dengan organisasi publik maupun swasta. School of Mechanical and Mining Engineering di UQ memiliki keahlian mendalam di bidang penelitian terkait pertambangan, khususnya dalam hal RUL dan Predictive Maintenance. Penelitian mereka mencakup simulasi sistem (systems simulation), teknologi penginderaan (sensing technologies), serta perencanaan strategis dan taktis untuk sistem pertambangan (strategic and tactical planning of mining systems), yang mendukung peningkatan keandalan aset dan efisiensi operasional.

Kemitraan antara BTech dan UQ menegaskan komitmen Delta Dunia Group untuk memperdalam hubungan dengan Australia, tidak hanya sebatas operasional bisnis, tetapi juga mencakup proyek R&D kolaboratif yang berfokus pada praktik ramah lingkungan dan inovasi. Pada 20 September 2024, Grup menandatangani Umbrella Agreement dengan UQ yang dirancang untuk memberikan manfaat signifikan bagi para pemangku kepentingan di Indonesia dan Australia. Kolaborasi ini mendukung inisiatif riset di seluruh anak perusahaan Delta Dunia Group, mendorong kemajuan dalam praktik pertambangan berkelanjutan, inovasi tenaga kerja, serta penerapan teknologi terkini.

Artikel Terkait

TRIPATRA Dukung Kaltim Parna Industri Wujudkan Pabrik Pencairan CO2 Berkapasitas  300 Metrik Ton Per Hari

TRIPATRA Dukung Kaltim Parna Industri Wujudkan Pabrik Pencairan CO2 Berkapasitas 300 Metrik Ton Per Hari

Jakarta,TAMBANG,- Perusahaan penyedia solusi berbasis rekayasa teknik PT Tripatra Engineers and Constructors (TRIPATRA) mendukung PT Kaltim Parna Industri (KPI) dalam pembangunan fasilitas pencairan karbon dioksida (CO₂) di Bontang, Kalimantan Timur. Fasilitas ini diresmikan pada 22 Oktober 2026 yang memiliki kapasitas desain sebesar 300 metrik ton per hari. TRIPATRA menjalankan

By Egenius Soda
PGN Perkuat Portofolio Pasokan Gas Bumi melalui Tujuh Kesepakatan Strategis di FOREK Hulu Migas 2026

PGN Perkuat Portofolio Pasokan Gas Bumi melalui Tujuh Kesepakatan Strategis di FOREK Hulu Migas 2026

Jakarta,TAMBANG,- PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina terus memperkuat portofolio pasokan gas bumi untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pelanggan secara berkelanjutan. Langkah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan tujuh dokumen kesepakatan komersial dalam Forum Ekonomi, Keuangan, dan Komersial Hulu Migas (FOREK Hulu Migas) 2026 di Jakarta, Rabu

By Egenius Soda
Meningkat 46 %, ANTAM Catatkan Laba Bersih Rp9,66 Triliun hingga September 2026

Meningkat 46 %, ANTAM Catatkan Laba Bersih Rp9,66 Triliun hingga September 2026

Jakarta, TAMBANG – PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) mencatatkan kinerja keuangan positif sepanjang Januari–September 2026. Emiten pertambangan berkode saham ANTM ini membukukan laba bersih sebesar Rp9,66 triliun, meningkat 46% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,61 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh optimalisasi kinerja operasional, penguatan strategi pemasaran,

By Rian Wahyuddin