Ditengah Harga Melemah, ITM Tetap Lakukan Kegiatan Eksplorasi

Ditengah Harga Melemah, ITM Tetap Lakukan Kegiatan Eksplorasi
ilustrasi survey geologi persiapan eksplorasi

Jakarta,TAMBANG, Di sepanjang Juli 2020, PT Indo Tambangraya Megah,Tbk (ITB) melaksanakan kegiatan eksplorasi. Dalam laporan yang disampaikan ke Otoritasi Bursa Efek Indonesia (BEI), kegiatan pemboran  di Bulan Juli merupakan kelanjutan aktivitas yang dilakukan di bulan sebelumnya.

Kegiatan eksplorasi ini dilaksanakan Departemen Geologi dengan fokus pada aktivitas pemboran pre-production dan Pengembangan (development). Metode yang digunakan adalah pemboran lubang terbuka (Open hole) dan pemboran inti (Coring) di masing-masing anak perusahaan.

Di sepanjang Juli anak usaha ITM, PT Trubaindo Coal Mining dilakukan kegiatan pemboran pada Blok SB2 sebanyak 27 lubang bor dengan kedalaman 666 meter untuk pemboran lubang terbuka. Kemudian 307 meter untuk pemboran inti (coring). Dalam rangka kepentingan analisa telah dilakukan pengambilan sampel batubara sebanyak 157 sampel dari pemboran pre-production. Biaya yang dikeluarkan untuk pemboran di periode bulan Juli 2020 sebesar Rp. 1,047,800,352.

Sementara di PT Indominco Mandiri sepanjang Juli 2020 di Blok Barat dan Blok Timur tidak dilakukan pemboran development. Hanya pemboran pre-production yang dilakukan di Blok Timur di 16 lubang bor dengan total kedalaman masing-masing 2,784 meter untuk pemboran lubang terbuka dan 98 meter untuk pemboran inti (coring). Kegiatan pemboran dilakukan tim internal yang telah memiliki dua (2) unit pemboran Dando type 250 dan 210.

Dari kegiatan pemboran ini telah diambil sampel batubara sebanyak 145 sampel yang didapat dari sampel pemboran infill dan pit serta dilakukan kegiatan geo-logging pada 16 lubang bor dengan total kedalaman 2,831 meter. Biaya pemboran untuk periode bulan Juli 2020 adalah sebesar Rp. 927,822,000.

Sebagaimana diketahui eksplorasi adalah suatu rangkaian kegiatan yang meliputi survey pendahuluan, penyelidikan geologi, geofisika dan penyelidikan dasar lainnya. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pemboran guna mendapatkan data-data tentang potensi sumberdaya dan cadangan secara keseluruhan sebelum melakukan kegiatan penambangan (eksploitasi).

PT. Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITM) memiliki beberapa lokasi tambang batu bara yang dikelola anak usahanya yaitu PT. Indominco Mandiri, PT. Trubaindo Coal Mining, PT. Bharinto Ekatama dan PT. Jorong Barutama Greston.

Artikel Terkait

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda